Jumat, 25 Mei 2018

-PUTRA KERATON-
Aku terlahir dengan bakat alam yang tidak pernah kesampaian ujung rimbanya dimana akibat ekonomi yang antah berantah.

Aku harus merasakan ditinggal pergi Ayah (kami memanggilnya bapak) saat masih kelas 4 sekolah dasar.
Satu tahun berikutnya abang sulung memboyong aku ke sebuah desa bernama desa Sigompulon, Kecamatan Pahae Julu, Tapanuli Utara.

Waktu itu abang sulung bilang ke ibu (kami memanggilnya Mamak) :
“mak si adek sama saya saja, biar saya yang sekolahin, biar berkurang beban mamak, biar saya didik dia”

Mamak hanya bilang : “Tanya lah adik mu, kalau dia mau bawalah”
Sebenarnya dulu aku malas ikut sama abang, tapi abang ku sangat paham meluluhkan hatiku

Dia bilang : “ayok adek ikut sama abang aja, nanti kita lihat danau toba loh, luas sekali danaunya”
Yaa hanya dengan sebuah kalimat sakti “danau toba” saja aku sudah klepek klepek setuju, kebetulan pagi harinya di sekolah sedang ada pelajaran IPA mengenai daftar danau terbesar di Indonesia dan waktu kecil itu aku belum pernah melihat danau toba sebelumnya.
Dalam imajinasiku saat itu setiap hari aku akan mandi di danau toba
HaHaHa itulah imajinasi anak kecil

Hingga esoknya saat aku tertidur di Bus Bintang Utara tujuan Medan-Tarutung, aku dibangunkan abangku
Dekkk….. lihat itu danau toba…”kata abang ku”

Aku terperanjat menyaksikan indahnya danau toba dari jalan berliku diatas bukit

Sudah sampai… aku akan mandi sepuasnya di danau toba “pikirku dalam hati”

Tapi bus Bintang Utara ini tidak ada berhenti, dia tetap melaju….
Mulai dari danau toba kelihatan saubrit diujung bukit sampai dengan terpampang luas didepan mata lalu sampai menghilang dari pandangan mata, bus ini tetap melaju dengan kencangnya hingga menjelang petang kami tiba disebuah desa yang sunyi sepi dikelilingi hutan dan pegunungan
Setelah besar baru aku tau jarak danau toba ke Tarutung masih 100 km lagi dan bus Bintang Utara yang kami naiki hanya melintasi danau toba
HaHaHa aku kena perangkap abang ku.

Dari kecil kami memang diajarkan bapak untuk tidak mengeluh dan bersungut sungut, itu sebabnya aku mengiklaskan diri terdampar disebuah desa yang jaraknya beratus kilo meter dari kampung tercinta di Deli Serdang.

Aku bersyukur bisa dididik abangku, berkat didikan abangku inilah aku bisa menjadi kuat dalam segala hal.
Sebenarnya aku tipe orang yang manja,
Aku tidak pandai dan tidak bisa mengerjakan apapun saat masih di kampung.
Aku tidak mau ke ladang, takut hitam
Aku tidak mau ke sawah, takut pacet
Aku tidak mau mencangkol, takut tangan pecah pecah
Setelah aku ikut abang sulung ini, sifat dan tabiatku berubah 180 drajat
Aku harus bisa mengerjakan apapun,
Aku harus berani melewati kuburan jam 5 pagi,
Aku harus berani mencari kayu bakar di hutan,
Aku harus berani membeli spritus melewati kuburan tua itu malam buta untuk lampu strongking yang sudah mulai meredup,
Aku harus bisa bangun jam 5 pagi,
Aku harus bisa berladang,
Aku harus bisa menyuci baju sendiri,
Aku harus bisa mengurus diri sendiri,
Semua harus bisa,
Dan aku menikmati semua itu sebagai sebuah proses belajar hidup mandiri

Aku tamat dari SD N 174576 Tarabunga Sigompulon dengan NEM 31.32.
NEM ku tertinggi kedua di SD kami dan tertinggi ke 3 saat aku mendaftar ke SMP N Sigompulon.
Selama disekolah aku tidak pernah mau menonjol tapi jika aku ditunjuk guru untuk melakukan apa pun aku siap sedia.
Siapa mau begini ? “jika guru bertanya begitu” aku diam saja, tetapi jika guru mengatakan “Marulak Sinurat hari senin kamu yang baca pembukaan UUD 45, maka aku siap sedia dan menjawab “iya pak”.
Selama bersekolah aku tidak pernah dapat nilai merah, nilai terendahku 6 itu pun sudah mata pelajaran yang paling aku tidak mengerti “FISIKA”.
Aku selalu menonjol dan mendapat nilai lebih pada 3 bidang studi yaitu Agama, PMP dan Bahasa Indonesia.
Pada 3 bidang studi ini nilaiku selalu berputar antara 8 dan 9, tidak pernah 7, 6 apalagi merah.
Aku tamat dari SMP N Sigompulon dengan NEM 41.42 , tertinggi diatas aku ada 42.41

Tamat SMP, abang bertanya : “kamu mau lanjut kemana ? ke STM lah ya dek ?”

Aku diam saja…

Abangku tau apa yang ada dalam pikiranku

Kalau kau masuk SMA tidak ada gunanya kalau tidak kuliah, dari mana uang kita bayar kuliah.
Kalau kau masuk STM bisa langsung kerja dek.
(Dulu memng begitu pandangan umum dunia pendidikan di Indonesia, orang yang masuk SMA memang orang orang yang mau kuliah dan orang yang masuk STM adalah orang orang yang mau cepat bekerja supaya bisa membantu perekonomian keluarga.
Tapi memang hal ini nyata pada diriku mana kala aku langsung diterima bekerja disebuah perusahaan tanpa STTB, waktu itu STTB dari sekolah belum keluar tapi aku sudah diterima bekerja di perusahaan tersebut)

Ya sudah masuk STM lah bang… “jawab ku”

Aku harus tau diri, sadar diri dan mengerti diri....

Sebulan berikutnya aku sudah berada di Lubuk Pakam, ibu kota Kabupaten Deli Serdang.
Abang sulung selalu setia mendampingi aku mendaftar di STM N Lubuk Pakam
Saat mendaftar, aku memilih jurusan Listrik, aku melihat raut kecewa di wajah abang
Masih tinggi kali NEM mu ini dek, bisa masuk jurusan mesin “kata abangku”
Mesin minimal 36 sementara NEM mu 41.42, sayang kali kau lepaskan mesin “lanjut abangku”
Memang dulu begitu sistem masuk sekolah di STM, hanya ada tiga jurusan “Mesin, Listrik dan Bangunan”.
Dulu tidak pakai tes bakat dan kejuruan, yang penting NEM calon siswa memadai maka bisa langsung masuk sesuai kuota siswa.
NEM tertinggi itu selalu di jurusan mesin, kemudian Listrik dan terendah itu jurusan bangunan.
Jika kuota jurusan mesin saat itu misalnya 300 orang dan yang mendaftar 500 orang maka NEM tertinggi diurut dari atas sampai nomor 300 itulah yang lulus, selebihnya gagal.

Kau ambil pun mesin masih jauh kali nilai mu di atas, kau lihat dipapan tulis itu masih 40 koma sekian NEM tertinggi yang mendaftar di mesin “kata abangku lagi”

Aku listrik aja bang, aku lebih nyaman listrik “kata ku”

Sekali ini abangku benar benar mengalah, dia ikhlaskan aku memilih listrik

Saat pengumuman nama nama siswa yang diterima, aku melihat namaku Marulak Sinurat berada di urutan kedua,
itu sebabnya aku dimasukkan ke kelas B.
Jurusan listrik hanya ada dua kelas, Listrik A dan Listrik B
NEM tertinggi masuk dikelas A, NEM kedua masuk dikelas B
NEM ketiga dikelas A, NEM ke empat dikelas B
begitu seterusnya....

Semester pertama aku menjadi manusia yang liar, liar dalam tanda kutip mencari jati diri.
Diam diam aku selalu mengikuti kegiatan diluar sekolah yang bertolak belakang dengan kelistrikan HaHaHa
Aku harus diam diam dan sembunyi sembunyi jika tidak ingin kena marah sama abang.
Aku mengikuti pemilihan model, mengikuti lomba pop song, mengikuti lomba menulis cerpen dll.
Aku tidak punya uang untuk mengikuti semua itu sebab uang sekolah dan ongkos selama sebulan sudah dijatah PAS,
cara satu satunya adalah berbohong HaHaHa
Aku minta uang praktek, les pramuka, uang osis, uang kerja bangku, uang ini dan itu.
Saat itu aku seperti menyadari satu hal bahwa uang apapun yang aku minta yang penting untuk keperluan sekolah pasti diberikan abangku HaHaHa
Aku pernah ikut pemilihan REMAJA YUKI.
Dulu di Medan ada pusat perbelanjaan paling terkenal namanya DELI PLAZA (sekarang sudah menjadi superblock Deli Podomoro) dan di plaza tersebut ada pasaraya YUKI yang setiap tahun mengadakan acara pemilihan model sebagai brand mereka.
Aku juga pernah mengikuti pemilihan Top Model XON-CE di Medan Mall yang waktu itu dihadiri langsung oleh model iklan xon-ce Syahrul Gunawan dan Elma Theana.
HaHaHa aku masih ingat sepanjang acara itu aku sangat ketakutan ada orang yang mengenal aku (karena acaranya di atrium) lalu memberi tahu abangku “maka tamat lah riwayatku” HaHaHa
Aku juga masih ingat minta uang sama abang dengan alasan kelas kami mau ikut pelombaan kelas terbersih jadi semua siswa urunan untuk membeli barang yang dibutuhkan untuk merapikan kelas.
Nyatanya uang tersebut aku gunakan untuk foto closeup di Mari Foto Lubuk Pakam (ini salah satu foto studio terbaik di kota Lubuk Pakam hingga saat ini) karena aku sedang melengkapi syarat untuk pemilihan Cover Boy & Cover Girl tabloid remaja ANEKA Yess!
Dulu disingkat dengan Coboy&Cogirl ANEKA.
Aku tidak pernah serius belajar listrik saat itu HaHaHa

Bulan Desember, masih di semestaer 1 , sekolah kami mengadakan acara Natal bersama dan sebulan sebelumnya sudah diumumkan banyak perlombaan yang bisa diikuti para siswa.
Aku mendaftar dan memilih dua saja bidang yang aku kuasai yaitu lomba membaca ayat indah dan lomba Kotbah.
Seminggu sebelum acara natal sudah dimulai bermacam macam perlombaan, hasil dari perlombaan itu nanti akan diumumkan saat puncak perayaan natal dan dari dua perlombaan yang aku ikuti keduanya mendapat juara 1.
Namun apa daya…seminggu setelah itu saat pembagian rapot semester 1, terpampang nyata dirapot ku “RANGKING 22 dari 28 Siswa”.

Abang ku marah besar…
“Bodoh kau, 28 orangnya kalian satu kelas bisa pulak kau rangking 22, gak ada otak kau.
Buat apa kau juara ini itu kalau disekolah saja rangking 22”

Aku diam saja, aku tau salah dan aku tau abang ku akan lebih marah jika aku jawab.

“Kau sudah merokok ya ? kau cabut ya ? kau ke kuburan china ya, cabut kau disitu kan ? main cewek kau kan ? mau jadi apa kau hehhh..."
abang ku marah besar

“28 orang… nomor 22 pulak mata kau itu…”
PLAKKKKK… abangku membanting rapot ku kelantai

Malamnya antara setengah tidur setengah bangun aku mendengar abang dan kakak berdebat
Membicarakan aku.

Kakak ku bilang : “sudah lah gak usah marah marah sama dia, dia sudah besar”

Abang ku bilang : “dia itu bukan bodoh, dia itu pintar, otaknya encer tapi main main aja kerjanya, dia pikir aku gak tau ke kuburan china dia”

Memang dulu kami anak anak sekolah di Lubuk Pakam, dari sekolah mana saja menjadikan Kuburan China pasar Nol sebagai lokasi kumpul kumpul.
Tapi aku tidak pernah cabut, aku mangkal di kuburan China kalau sudah pulang sekolah saja.

Aku bertobat lah… mau rajin belajar lah… “begitu pikiran ku saat itu”

Tapi mana bisa anak ABG macam aku bertobat HaHaHa
Baru masuk semester dua saja sudah mendaftar lagi aku pemilihan Jaka Dara Medan, mendaftar lagi lomba pop song dll walau semuanya ZONK alias tidak dapat juara yang penting aku happy HaHaHa
Suatu waktu teman ku menyarankan aku untuk mengisi rubrik remaja disalah satu surat kabar terbitan Medan.
setiap surat kabar biasanya memberi slot khusus anak dan remaja pada edisi minggu.

Waktu itu aku bersama teman tersebut pergi ke simpang 4 Timbangan, disitu ada telepon koin dan cukup 100 rupiah bisa menelepon beberapa menit.
Kami menelepon pengasuh rubrik remaja disalah satu surat kabar tersebut, menanyakan bagaimana caranya ini dan itu,dll.
Dari seberang menjawab : “silahkan kirim artikel atau cerpen asli karya sendiri ke alamat berikut, nanti redaksi akan melihat dan memilih, jika layak maka akan diterbitkan dan setiap artikel yang terbit akan mendapat honor Rp.7.500-12.000 tergantung bobot tulisan"

Aku dan temanku segera mojok sambil minum es doger harga murahan HaHaHa
Aku menceritakankepada teman ku kalau abangku tau aku main main begini maka aku kena hajar sama dia, habis aku nanti, pasti akan ketahuan karena abangku juga langganan Koran itu.
Akhirnya kami menemukan solusi aneh...
Aku akan mengirim cerpen memakai nama PUTRA dan alamatku memakai alamat temanku
Aman terkendali kalau sudah begini HaHaHa

Keesokan harinya disekolah, teman ku bilang :
“nama PUTRA kurang bagus, tambah lagi lah entah apa biar keren”

Lalu bagaikan air mengalir dilembah biru nan luas, spontan saja aku bilang : “PUTRA KERATON”

Jadilah mulai saat itu aku mengirimkan cerpen dengan nama PUTRA KERATON ke salah satu surat kabar terbitan Medan.
Sedikit sedikit honor dari menulis cerpen itu yang aku gunakan untuk membeli barang barang murahan yang aku suka HaHaHa dan yang pasti mentraktir kawan seperjuangan ku untuk jajan rujak dan es doger kalau sedang nongkrong di kuburan China.
Orang susah seperti aku dan mungkin seperti sebagian orang mana mungkin dikasi kalau minta uang untuk beli gelang metal metal ala anak ABG, iya kan ? yang ada kena sembur malah...
Kalau aku waktu sekolah, lengkap semua aksesoris anak ABG sesuai jamannya mulai dari topi, cincin, gelang, kalung sampai kalung tatto yang nyentrik dan langka aku punya walaupun hanya harga murahan HaHaHa
Aku beli pakai uang sendiri di Pajak Pakam yang sekarang sudah menjelma menjadi gedung 4 lantai bernama DELI MAS.
Aku tidak pernah makan uang SPP dan uang sekolah lainnya.

Suatu waktu aku melihat abangku sudah selesai membaca Koran, segera aku ambil Koran tersebut dan aku melihat sebuah cerpen berjudul “KURSI GOYANG KAKEK” dan pada bagian bawah cerpen tertulis nama PUTRA KERATON.

Bibirku tersenyum simpul, hatiku berbisik....
“Abang ku sayang… Putra Keraton itu adalah aku, adik mu yang nakal dan selalu nongkrong di kuburan China”

HaHaHa....

Aku masih sangat menikmati menjadi Putra Keraton saat itu hingga saat pembagian rapot semester 2 aku melihat catatan di rapot ku “RANGKING 18 dari 28”
Pretasi yang tidak luar biasa ini membuat aku harus kena marah lagi di rumah

Cuma naik 4 ? apanya maksud kau ? sekolah apa seperti ini bisa pulak kau rangking 18 “Abangku langsung naik pitam”

Paling bodoh bodohnya kau harus bisa masuk 10 besar “PRAKKKK….abang ku mencampakkan rapot ku”

Dobol otak kau, dodong…. “abangku pergi sambil merepet”

Aku masuk kedalam kamar…
Memandang tumpukan buku yang tersusun rapi di meja belajar ku yang sederhana tanpa lampu meja seperti anak orang orang kaya disana.
Batin ku berbisik...
“apa yang terjadi pada dirimu Putra Keraton ?”
Huuuhhhh…. Aku membuang nafasku
Kenapa aku bisa menjadi bodoh hanya juara 22 dan 18 sementara aku seharusnya bisa lebih dari situ ?
Batinku berbisik lagi...

“Putra Keraton tidak harus melupakan Marulak Sinurat dalam keseharian. Putra Keraton hanyalah ILUSI sedangkan Marulak Sinurat adalah nyata. Kamu bisa 10 besar dalam dunia nyata mu sebagai Marulak Sinurat”
Huuuhhhh…. Aku membuang nafasku kembali...

Aku mengambil rapot ku waktu SD, aku punya dua Rapot.
Satu rapot di SD 107103 Patumbak dan satunya lagi di SD N 174576 Tarabunga Sigompulon, aku tersenyum melihat nilai nilai rapot ku yang bagus, TIDAK PERNAH ADA MERAH.
Lalu tangan ku menjulur meraih buku abu abu tipis ditumpukan buku, itulah rapot SMP ku, nilai dan rangkingnya bagus, TIDAK ADA JUGA MERAH disitu.
Aku memang menargetkan tidak boleh ada angka merah di rapot.
Lalu kenapa setelah di STM rangkingku jeblok ?

Aku selalu terngiang kata kata abang ku saat berdebat dengan kakak....
"dia itu tidak bodoh, dia itu kebanyakan main main”

Baiklah….
Aku akan mencoba membangkitkan kepercayaan abangku,
Aku akan menjadi Putra Keraton sekali sebulan saja sebab jika sekali seminggu menjelma menjadi Putra Keraton tentu saja menyita waktu ku sebagai Marulak Sinurat untuk belajar.
Aku ingin membuat wajah abangku sumringah saat pembagian rapot semester 3 nanti lantas dia akan membelikan aku sebungkus ROTI KETAWA sebagai hadiah.
Dan terbukti saat semester 3 aku rangking 9, aku melihat wajah bahagia abangku karena targetnya 10 besar tercapai,
secepat kilat dia berlari ke warung seberang untuk membeli sebungkus roti ketawa HaHaHa
Keluarga kami tidak mengenal tradisi REWARD barang mewah karena kami bukan orang kaya.
Keluarga kami lebih cenderung mempertahankan sebuah REAKSI atas prestasi, cukup hanya telor ceplok atau kerupuk opak satu plastik atau sebungkus roti ketawa adalah sebuah REWARD MENTAL dalam keluarga kami.
Lalu semester 4 aku rangking 6
Berikutnya semester 5 aku rangking 4
Dan puncaknya semester 6 aku rangking 2
Aku tamat dari STM N Lubuk Pakam dengan NEM 21.22 dan berada pada urutan ke 2 untuk program studi Listrik Instalasi.
Aku langsung bekerja disebuah perusahaan besar bahkan sebelum STTB ku keluar.

Aku selalu memiliki angka angka unik dalam hidup ku
Waktu SD NEM aku 31.32 tertinggi ke 2
Di SMP NEM aku 41.42 tertinggi ke 2
Di STM NEM aku 21.22 tertinggi ke 2 juga

Setelah dewasa dan setelah aku punya kehidupan sendiri aku justru menjadi rindu kepada PUTRA KERATON, sebuah nama misterius yang hanya diketahui oleh dua orang teman ku itupun setelah mulut mereka aku sumpal dengan kolak dingin setiap dapat honor HaHaHa

Ahhh Abang ku… aku memang nakal dulu,
Tapi aku tidak pernah merokok,
Aku tidak pernah cabut,
Aku juga nongkrong di Kuburan China bukan untuk main TUOK seperti mereka, aku hanya mencari insfirasi di Kuburan China.

Abang ku sayang.... terimakasih sudah mendidik aku ala perang militer sehingga aku menjadi orang yang kuat mental,
Sehingga aku bisa mengurus diriku sendiri,
Sehingga aku tidak pernah merepotkan orang lain,
Sehingga aku tidak jadi pencuri sebab pantangan terbesar yang diwariskan bapak kita adalah JANGAN MENCURI.
Maafkan aku adik mu yang selama berpuluh tahun menyimpan rahasia tentang PUTRA KERATON
Mengenai siapa OPPUNG MITTOP, abang ku tau itu
Tapi mengenai siapa PUTRA KERATON, dia tidak pernah tau sebab Putra Keraton tidak pernah menampakkan wujud nyata kala itu.

Ditulis Tanggal 6 April 2018
Marulak Sinurat
-WANITA PEMELUK BONEKA-
*Sebuah karya Marulak Sinurat
**Bagian 1
Setiap pagi aku melihat wanita ini berjalan dengan memeluk sebuah boneka dan setiap kali melintas di depanku wanita ini akan memelototkan matanya lalu mempercepat jalannya.
Ahhh… wanita gila….”pikir ku”
Aku tidak melihat wanita itu saat hari minggu dan hari libur sebab pada kedua momen tersebut aku segaja matikan alarm dan akan terbangun saat perutku sudah keroncongan minta diisi.
Suatu waktu saat sedang libur kerja aku membeli kue dari sebuah backery sebagai kudapan sambil bersantai menikmati hari libur.
Aku sangat malas piknik jika hanya libur sehari atau dua hari, momen libur seperti itu biasanya aku manfaatkan untuk memanjakan diriku.
Aku mengudap sebanyak mungkin, menikmati hidup ini, memanjakan perutku dengan segala macam makanan dan setelah kenyang aku akan menutup kamar ku, aku akan melepaskan semua pakaianku yang menempel lalu aku akan terkapar sesuka hati di kamar ku, aku bebas mau tidur sepuas puasnya di kamar ku, kamar kesayanganku, ruang privacy ku untuk menjadikanku Kuda Nil yang sesungguhnya.
Saat terbangun esok harinya aku sadar kalau kue yang aku beli semalam belum habis semua…
Heeemmm….
Aku rapikan bungkusnya dan aku masukkan kedalam tas kerja…
Dikantor saja nanti bagi bagi sama teman “pikir ku”
Bergegas aku berangkat
6.15 Wib seperti biasa jam keberangkatanku
Dari kejauhan aku melihat wanita yang selalu membawa boneka itu
Entah kenapa kali ini aku merasa iba kepadanya, aku membuka tas ku dan mengeluarkan kue yang harusnya aku makan dikantor
Saat wanita itu tepat berada didepanku, aku beranikan diri menyapa....
Heeiii… sini… mau kue ? “aku menyodorkan bungkusan kue itu kepadanya
Kelihatanya dia ragu ragu
Aku dekati dia lalu meraih tangannya yang kumal
Ini…makanlah “kataku sambil memberikan kue itu kepadanya”
Dia meraih bungkusan itu lalu berlari kecil dan masih sempat menoleh sekali kearah ku
Aku tersenyum...
Setelah kejadian itu setiap hari saat dia melintas dihadapan ku, aku selalu tersenyum kepadanya dan memberi apa saja yang bisa aku berikan kepada wanita itu dan dia akan tertawa kegirangan sambil berlari kecil…
Aku selalu memikirkan wanita itu
Apakah dia gila ? “batin ku”
----------%----------%----------%----------
**Bagian 2
Suatu waktu pada hari libur, aku sengaja bangun seperti hari hari biasanya…
6.15 Wib aku sudah bersembunyi dibalik papan nama sebuah toko dipinggir jalan,
Aku melihat wanita yang selalu membawa boneka itu berjalan seperti biasa
Dia berhenti sesaat tepat ditempat dimana biasanya aku berdiri menunggu angkutan kota
Beberapa menit matanya nanar mencari cari sesuatu ke kiri dan kanan
Apakah dia mencari aku ? “pikir ku”
Aku melihat raut wajah yang aneh, aku tidak mengerti arti dari raut wajah itu
Aku melihat wanita itu berlalu dengan tatapan mata yang kosong
---------
Setelah beberapa puluh meter wanita itu berlalu, aku membuntutinya
Aku ingin tau dia kemana atau rumahnya dimana
Setiap kali dia berhenti untuk memungut sesuatu, aku juga berhenti
Sudah setengah jam lebih aku membuntuti wanita ini
Hati ku berkata “bodoh sekali kamu membuntuti orang gila, itu sama artinya kamu juga sudah ikut gila”
Aahhh….
Aku tetap membuntuti wanita itu
Hati ku berkata lagi “sekarang kamu yang betul betul gila”
Ahhhh…..
Aku melihat jam…
9.15 Wib
Apa … ? sudah 3 jam aku membuntuti wanita gila ini, kenapa aku jadi ikut gila ?
Ahhhh….
Aku memutuskan untuk pulang
Hampir aku melambaikan tangan ku memanggil becak saat aku melihat wanita itu berbelok kesatu arah
Aku urungkan niatku untuk pulang
Aku bergegas mempercepat langkah, tidak mau kehilangan jejak
------
Aku melihat wanita itu menuju sebuah lahan kosong, semacam semak semak tapi ada juga sebagian yang ditanami ubi dan tanaman lainnya….
Wanita itu berhenti dibawah sebuah pohon mahoni yang besar dengan akar akarnya menyembul kepermukaan tanah
Wanita itu duduk bersandar dibawah pohon
Aku dekatai dia…
Dasar memang aku tidak berbakat menjadi detektif sebab kehadiranku segera diketahui wanita itu
Aku menutupi rasa gugupku dengan menyapa dia
Haiiii… eehhhmmm…Haiiii
Aku melihat wanita itu seperti marah
Kamu sudah makan…. “kata ku”
Wanita itu memalingkan wajahnya dan meraung raung…
Oowwhhh… aku dalam situasi yang berbahaya, kalau warga sini mendengar teriakan wanita gila ini dan melihat aku ada disini bisa jadi mereka berpikir aku sedang melakukan sesuatu hal buruk
Segera aku pergi sebelum ada yang mendengar teriakan wanita yang selalu memeluk boneka ini
----------%----------%----------%----------
**Bagian 3
Aku suka bolu gulung, dan hari ini aku membeli dua buah bolu gulung
Satu akan aku berikan kepada wanita yang selalu membawa boneka itu esok hari
----
6.15 Wib aku sudah berdiri dipinggir jalan dan seperti biasa aku sudah melihat wanita itu dari kejauhan
Tepat dihadapan ku, aku berikan bolu gulung itu kepadanya
Ini untuk mu, kamu makan nati ya… “kata ku”
Dia menerima sambil berlalu
Samar samar aku mendengar “terimakasih”
Lama aku terpaku
Wanita itu mengatakan terimakasih, benarkah dia gila ? Mengapa dia mengucapkan terimakasih ?
Aku memandangi wanita itu, sekitar 20 meter berlalu wanita itu menoleh kebelakang
Mata kami beradu pandang…
Segera wanita itu berbalik arah dan berlari kecil sambil tertawa
----
Lagi lagi 6.15 Wib
Aku melihat wanita itu seperti biasa, berjalan tanpa alas kaki sambil menggendong boneka
Kali ini aku tidak memberi roti atau kue
Aku mendekati dia lalu bertanya “nama kamu siapa…?’’
Wanita itu hanya terdiam sambil menimang nimang bonekanya
Kamu mau boneka ? “kata ku”
Wanita itu menggeleng gelengkan kepala sambil memeluk boneka kumal itu
Nama kamu siapa ? “kataku lagi”
Wanita itu berlari sambil sesekali menghentakkan kakinya
Aku hanya terdiam seribu kata melihat wanita ini…
Ahhh… mengapa aku sangat penasaran ?
Setiap kali melihat wanita itu dengan boneka kumalnya aku selalu berpikir apakah dia gila ?
---------------
6.15 Wib seperti biasa aku sudah berdiri dipinggir jalan menantikan angkutan kota
Kali ini tangan kananku menggenggam boneka panda berwana pink, aku ingin berikan boneka ini kepada wanita itu sebagai pengganti boneka kumal yang selalu dia peluk
Dari kejauhan sudah terlihat langkah kaki wanita itu, masih dengan kebiasaannya berjalan sambil memeluk boneka
Apakah dia gila…? “aku selalu memikirkan itu”
Kalau dia gila mengapa dia tidak membawa banyak buntalan goni dan barang barang aneh seperti orang gila lainnya ?
Wanita itu berhenti sesaat tepat didepan aku berdiri
Aku mendekati dia lalu menyerahkan boneka panda pink yang cantik dan baru aku beli kemarin
Wanita itu tidak bergeming
Ini boneka untuk mu… ambillah “kata ku”
Dia hanya diam saja
Aku meraih tangannya lalu menyodorkan boneka panda itu kepadanya
Seolah olah sedang murka, wanita itu melempar boneka panda dan menjerit sekuat tenaga
Entah apa yang dia jeritkan
Wanita itu berlari sambil menggeleng gelengkan kepala, tangannya tetap memeluk erat boneka kumal yang selalu dia peluk.
Aku bingung… ahhhhh...
bagaimana dengan boneka ini ?
apakah aku harus membawa boneka ke kantor ?
apa kata orang kalau aku membawa boneka sebesar ini ?
Ahhh…wanita gila ini sudah membuat aku repot…
Aku kembali lagi kerumah, membuka kamar kesayanganku lalu melemparkan boneka panda pink itu keatas kasur
Gara gara kau aku jadi gila “kata ku”
----------%----------%----------%----------
**Bagian 4 (tamat)
Aku sudah menunggu wanita yang selalu membawa boneka itu dihalaman belakang rumah Nini Rabih
Selama beberapa hari ini aku mencari tau tentang wanita ini dan aku banyak bertanya kepada Nini Rabih, wanita tua yang tinggal seorang diri dirmah besar ini.
Dari halaman belakang rumah Nini Rabih aku dengan leluasa mengamati pohon mahoni dilahan kosong itu
Pohon mahoni tempat wanita pemeluk boneka itu selalu bersandar….
Nini Rabih bercerita sekitar 3 tahun yang lalu dibawah pohon mahoni itu warga menemukan seorang bayi yang masih merah.
Pagi pagi sekali….
Sekitar jam 5 subuh seorang warga yang hendak berbelanja ke pasar dikejutkan dengan suara tangisan bayi dari pohon mahoni itu…
Apakah bayi itu bayi dia ? “kata ku”
Mungkin… “kata Nini Rabih”
Wanita itu bukan orang sini, dia merantau disini.
Dulu dia kerja disalah satu perusahaan.
Pertama tama dia merantau disini kehidupannya biasa saja,
dia sopan dan selalu bertegur sapa dengan kami,
dia tidak pernah keluar rumah selain kerja,
dia juga tidak pernah bermasalah.
”Nini Rabih bercerita panjang lebar”
Apakah dia salah langkah nini ? “Tanya ku”
Ya.. ada seorang pria entah dari mana asalnya nini tidak tau, mereka berpacaran...
Semenjak berpacaran dengan pria itu dia menjadi berubah, dia sering pulang malam, sering tidak kerja, dia tidak mau lagi bergaul dengan tetangga, hingga suatu waktu wanita itu tidak pernah lagi kelihatan... "kata nini"
Tidak kelihatan ? maksudnya dia kabur ? “Tanya ku”
Entahlah, entah apa namanya kabur atau menghilang nini tidak tau, yang pasti semenjak warga menemukan bayi dibawah pohon mahoni itu dia tidak pernah kelihatan lagi hingga satu tahun berikutnya dia kembali ke pohon mahoni itu dalam keadaan sudah gila "kata Nini Rabih"
Apakah bayi dibawah pohon mahoni itu sehat sehat saja saat itu nini ? “Tanya ku”
Ya…bayi itu sehat..."kata Nini Rabih"
Bayi itu diadopsi pasangan suami istri muda, dulu suami istri itu tinggal disini juga tapi sekitar 5 bulan setelah mengadopsi anak itu mereka pindah ke Pulau Jawa, ada mutasi dari kantor mereka katanya “Nini Rabih menjelaskan”
Aku termenung sesaat
Aku membiarkan pikiranku melayang jauh
Menurut nini, apakah bayi di pohon mahoni itu adalah anak wanita itu ? “Tanya ku”
Sepertinya iya, jika dirunut lagi tiga tahun yang lalu saat warga menemukan bayi itu dibawah pohon mahoni, sejak saat itu wanita itu menghilang, lalu satu tahun berikutnya dia kembali lagi ke pohon mahoni itu dalam keadaan gil…..
”Nini Rabih terhenti bicara sebab aku langsung memotong”
Bukan gila nini… dia belum gila, dia itu depresi “sanggah ku”
Dia masih bisa mengucapkan terimakasih, dia masih mengerti malu, dia masih bisa mengingat “lanjut ku lagi”
Mungkin suatu saat akan gila “kata Nini Rabih”
Bisa jadi memang suatu saat nanti dia jadi gila benaran “kata ku”
Kalau kita sudah melakukan dosa ya mbok jangan ditambah lagi dosanya jadi dobel dobel, kalau sudah terlanjur bersalah tebuslah kesalahan itu dengan bertanggung jawab merawat bayi itu “kata Nini Rabih menasehatiku”
Iya nini… aku paham….”kataku”
---------------
Obrolan kami terhenti manakala Aku melihat wanita yang selalu membawa boneka itu…
Dia sudah datang
Dia duduk bersandar dibawah pohon mahoni
Dia meletakkan boneka kumal itu ditanah
Dia meraung, mengentakkan kakinya, menjambak rambutnya
Lalu dia tertawa sepuasnya
Tertawa terbahak bahak lalu menangis meraung raung sambil menggeleng gelengkan kepalanya hingga akhirnya wanita itu mendadak terhenti manakala melihat aku berdiri terpaku dibelakang rumah Nini Rabih
Wanita itu memalingkan wajahnya
Wanita itu membalikkan punggungnya membelakangi aku
Aku bergegas menemui dia...
Aku berikan dia makanan yang sudah aku siapkan
Aku sudah tau cerita tentang kamu “kataku”
Wanita itu diam saja...
Aku tau kamu tidak gila…ini terimalah boneka ini, aku sudah belikan boneka baru untuk mengganti boneka mu ini…”kata ku”
Kali ini wanita itu menerima boneka pemberian ku dan memandanginya dalam dalam
Anak mu sudah bahagia bersama…..
Belum selesai aku berbicara, wanita itu langsung histeris mendengar aku menyebut anaknya
Dia meronta, membenturkan kepalanya ke pohon mahoni
Dia menjambak rambutnya
Mencakar cakar kepalanya
Dia berlari sambil menagis meraung raung
Dia pergi dan meninggalkan boneka panda berwarna pink pemberian ku…
---------------
Hoohhh… pusing lagi aku memikirkan boneka panda ini
Bagaimana mungkin aku harus menyimpan boneka panda ini dikamar ku “pikir ku”
Aku beranjak meninggalkan pohon mahoni itu
Dia belum gila… dia hanya merasakan penyesalan mendalam telah membuang anaknya “aku berkata dalam hatiku”
Aku dikejutkan tepukan lembut di pundak ku…
Nini Rabih sudah dibelakangku tanpa aku sadari
Tidak ada seorang pun wanita yang tidak menyesal telah membuang anaknya sekalipun itu anak dari hubungan terlarang, semua wanita yang melakukan itu pasti akan menyesal, hanya saja kekuatan mental masing masing wanita berbeda beda, ada yang mentalnya kuat sehingga dia baik baik saja dan ada pula mentalnya lemah sehingga berpengaruh kepada kesehatan jiwanya “kata Nini Rabih”
Iya nini, aku paham… aku banyak mendapat pengalaman berharga dari wanita itu “kata ku”
---------------
Menjelang sore aku tiba di rumah, aku membuka kamar kesayanganku, kamar yang menjadi ruang ekspresi segala kehidupan ku.
Aku menghempaskan tubuhku diatas kasur yang sudah tidak empuk lagi, kasur yang hampir sama kumalnya dengan boneka wanita itu
Bagaimana dengan boneka panda pink ini ?
Wanita itu tidak mau boneka panda ini padahal sengaja aku beli untuknya agar bisa mengganti bonekanya yang kumal
Huuhhhh…aku memejamkan mata
Setelah pikiranku tentang wanita itu terjawab, sekarang malah pikiranku bertambah lagi dengan memikirkan nasib boneka panda pink ini…
Apakah aku harus memajang boneka panda pink ini dikamar kesayangan ku ?
Apakah boneka panda pink ini aku buang saja dibawah pohon mahoni itu ?


Ditulis Tanggal
Marulak Sinurat
19 Maret 2018
-KREATIF TIDAK MERUSAK-

Masyarakat batak atau dalam tradisi lokal disebut dengan BANGSO BATAK meyakini MITOLOGI bahwa asal usul suku batak berawal dari SI RAJA BATAK.
Si Raja Batak memiliki 2 (dua) orang putra yang bernama Guru Tetea Bulan dan Si Raja Isombaon.
Guru Tetea Bulan mempunyai istri bernama si Boru Baso Burning dan memiliki 5 (lima) orang putra dan 4 (empat) putri.
Sementara Si Raja Isombaon mempunyai 3 (tiga) orang putra.
Dalam mitologi batak dijelaskan bahwa keturunan dari Guru Tetea Bulan dan Si Raja Isombaon inilah yang menyebar ke penjuru pelosok Toba (tano batak) dan nama nama dari keturunan pertama tersebut yang kelak menjadi MARGA dalam tradisi suku batak.
Garis besarnya "Leluhur orang batak ialah si Raja Batak dan marga yang terwariskan di dalam diri orang batak adalah Nama dari para leluhur itu sendiri"

Lalu coba kita lihat betapa hancur nya generasi sekarang dalam menjaga dan melestarikan MARGAnya terlebih untuk para pengguna media sosial.
Seenaknya saja mereka membuat dan menuliskan marga mereka, sungguh kacau dan tidak beradat.
Tidak hanya anak anak yang “martumbur habong” alias ABG tapi orang tua yang memang sudah tua dari segi umur dan hampir BAU TANAH pun juga ikut ikutan merusak Marga mereka.
Seharusnya orang tua bisa memberi contoh kepada anak anak ABG tentang sebuah marga tapi di era modern ini justru orang tua yang banyak memodifikasi marganya menjadi marga marga dengan ejaan huruf yang aneh aneh.

Yang lebih memprihatinkan adalah sepertinya tidak ada keluarga mereka yang mengingatkan atau melarang, atau tidak ada diantara kerabat nya yang berusaha mencoba memperbaiki kekacauan ini.
Sudah HILANG KEPEDULIAN semuanya demi sebuah status sosial yang tidak penting.
Saya pernah bertanya kepada seseorang mengapa menulis marga nya menjadi Xie-Zhuntax ?
Jawaban beliau sangat simpel, katanya itu adalah bentuk kreasi.
Bahhh…!!! maup ma tali ni timba…
Xie-Zhuntax adalah bentuk kreasi ? Kreasi apa seperti itu ?

Kreasi itu adalah kreativitas,
Kreativitas itu adalah ide
dan Ide itu adalah karya.

Kreatif itu adalah satu usaha untuk merubah atau menciptakan sesuatu lebih baik dari bentuk semula.
Contoh ide kreatif adalah :
-Merapikan kamar yang berantakan menjadi lebih baik dan rapi
-Mengolah limbah plastik menjadi barang yang berguna
-Menyadur sebuah cerita agar lebih menarik
-Menata sebuah acara agar disukai orang
-Menjadikan ember yang pecah sebagai vas bunga atau tempat sampah
-dll

KREATIF itu MEMPERBAIKI bukan MERUSAK !!!
KREATIF itu MENGOLAH bukan MENGHANCURKAN !!!

Mengganti SIMANJUNTAK menjadi XIE-ZHUNTAX atau SINURAT menjadi CHULAT bukanlah sebuah kreativitas sebab hal tersebut MERUSAK bentuk awal.
Coba kita lihat bagaimana GERAKAN MERUSAK MARGA yang sangat masif di media sosial tetapi kita semua merasa TAKUT untuk mengkritik hal tersebut, seperti contoh berikut :
-Shenouratz, Chulat, Noratz, Zinurat, dll untuk Marga Sinurat
-Chinaga, Cheenaga, dll untuk marga Sinaga
-Lubizz, Loubitz, Luebizz, dll untuk marga Lubis
-Manullank, Manoullangzz, dll untuk marga Manullang
-Chimbolons, Zimbolonz, Bolonzis, dll untuk marga Simbolon
-Charagieh, Xzaragi, dll untuk marga Saragih
-Cylalahi, Shelala, Shelalahi-e, dll untuk marga Silalahi.
-Butbuetar untuk marga Butarbutar
-Aritonank, Arietonz, A'ritonangz, dll untuk marga Aritonang
-Chehombing, Ce'ombink. Shehombieng, dll untuk marga Sihombing
-Dan masih ratusan lagi marga yang sudah di rusak oleh orang orang yang tidak menghargai budaya yang tidak sanggup untuk saya tuliskan semuanya disini seperti Cipayung, Cituepank, Manroe, Zitumorank, Ciallaganz, Cilabanzs,Gurn’s, Chiringgoe, Chiagian, TampuBIGloen, Aritonz, Simareyeeye, Ciebolu Laietz, NaviSeven, Piurba, Ci-Ra-Ite, dll.

Marga kita adalah warisan Leluhur dan Leluhur kita adalah sesuatu yang SAKRAL.
Bagaimana cara kita memperlakukan sesuatu yang Sakral ?
Apakah dengan mamele begu ?
Apakah dengan meyembah nyembah kuburan ?
Apakah dengan memberi sesajen ?
Apakah dengan memberi pangir ?
Jawabannya BUKAN !!! bukan dengan itu kita memperlakukan kesakralan itu.
Hanya dengan MENGHORMATI kesakralan itu sudah lebih dari cukup, hormati lah dan jaga dengan baik.
Coba kalian pikir pelan pelan, untuk kencing di jalan saja kita MARSANTABI “sattabi jo oppung naeng kossing au”, itu yang kalian ucapkan.
Ini Marga loh, wujud Oppung mu, wajah leluhur mu ada disitu tapi berani kalian MERUSAK !!!
Coba pikirkan…..

Jika kalian mengaku kreatif, KELOLA lah akun kalian sebaik mungkin sehingga bermanfaat bagi orang lain yang membaca nya.
Sekecil apapun manfaat yang kita berikan kepada orang lain pasti akan berguna.
Merusak Marga bukan lah sebuah kreativitas,
Merusak marga adalah merusak budaya.
Ayo kita mulai dari diri sendiri, jika kita melihat keluarga atau teman dekat kita merusak marga nya coba kita tegur dan arahkan agar ditulis selayaknya saja.
Jika satu orang diantara kita bisa memperbaiki dua orang yang RUSAK, maka akan semakin banyak KERUSAKAN MARGA yang bisa kita selamatkan.
Jika Anda setuju katakan “SATOLOP” dan mulai lah menegur orang orang tersebut.
Semoga bermanfaat


-Saya OPPUNG MITTOP-

Rabu, 31 Januari 2018

-UJIAN CITA CITA-

Seorang istri berkata kepada suaminya :
"Pak..Anak kita sudah SMA tapi aku masih bingung melihat cita
citanya"

Suaminya menjawab :
"Memangnya kenapa ? Kemarin kamu bilang dia mau jadi musisi, kamu bilang dia berdarah seni"

Istrinya menjawab : "kemarin katanya dia suka musik, sudah saya belikan gitar eh sekarang malah sukanya bola"

Suaminya menjawab :
"Berarti bukan itu cita cita dia, mungkin anak kita hanya hobby musik dan olah raga"

Istrinya berkata :
"Tapi dia sudah SMA pak, sudah waktunya dia menentukan cita cita supaya kita sebagai orang tua bisa mengarahkan"

Mereka diam sesaat....

Lalu istrinya melanjutkan :
"aku tidak mau dia jadi musisi pak. aku  maunya anak kita jadi guru agama supaya dia bisa mengajarkan ilmu agama kepada anak anak, itu profesi yang sangat mulia"

Suaminya menjawab : "aku tidak mau anak kita jadi guru agama, aku tidak mau juga dia jadi musisi atau pemain bola, aku maunya dia terjun di dunia politik"

Istrinya menjawab :
"Aku tidak setuju anak semata wayang kita terjun di dunia politik, politik itu penuh dengan liku liku.
yang pasti pasti aja pak, guru agama dijamin diterima masyarakat"

Suaminya menjawab :
"Anak kita harus masuk dunia politik agar dia bisa masuk ke pemerintahan. Kalau dia sudah duduk di pemerintahan maka dia akan bisa membangun masyarakat, bisa memfasilitasi rakyat, bisa membangun sarana dan prasarana yang dibutuhkan rakyat, dia bisa berguna untuk nusa dan bangsa"

Istrinya menjawab :
"Tapi guru agama juga ka  berguna bagi masyarakat"

Suaminya menjawab :
"Politik juga berguna bagi masyarakat"

Mereka diam dalam pemikiran masing masing.....

Lalu suaminya berkata :
"Begini saja, kita kasi anak kita ujian untuk memilih apa yang akan dia pilih sebagai cita citanya"

Istrinya berkata :
"Gimana caranya pak, anak kita paling payah diajak diskusi...."

Suaminya menjawab :
"Nanti malam kamu tidak usah hidangkan makanan di meja makan"

Istrinya mulai bingung...
"loh kok gitu pak, jadi kita tidak makan?"

Suaminya berkata :
"Nanti malam kita letakkan diatas meja makan barang barang yang akan kita uji yaitu gitar, bola, buku agama dan buku politik"

Istrinya berkata :
"Tujuannya untuk apa  ?"

Suaminya menjawab :
"Benda apapun yang dia ambil berarti itulah cita citanya dan kita sebagai orang tua harus terima.
Jika dia mengambil gitar berarti dia mau jadi musisi.
Jika dia mengambil bola berarti dia mau jadi pemain bola profesional.
Jika dia mengambil buku agama berarti dia mau jadi guru agama.
Dan jika dia mengambil buku politik berarti dia mau jadi politisi"

Tibalah malam yang dinanti...

Segera pasangan suami istri itu meletakkan Gitar, Bola, Buku Agama dan Buku Politik diatas meja makan.
Setelah itu suaminya menuliskan sepucuk surat dalam selembar kertas berisi

"anak ku, pilihlah diantara keempat benda ini yang kau sukai"

Setelah itu suami istri tersebut bersembunyi dibalik pintu sambil menunggu anaknya datang ke meja makan.

Tidak berapa lama anak semata wayang mereka datang untuk makan namun dia tidak melihat makanan.
dia hanya menemukan empat buah benda dengan sepucuk surat.

Sekejap anak tersebut memandang keempat benda itu, lalu tangannya meraih benda itu dan segera pergi ke kamar.

Melihat anaknya sudah pergi buru buru suami istri itu menghampiri meja makan, mereka penasaran benda apa gerangan yang diambil anaknya....

Istri berkata :
"pak... anak kita mengambil buku agama dan buku politik"

Mengetahui pilihan anaknya, Suami tertunduk lesu...

Istri : "kenapa pak, kenapa jadi tidak semangat ? Bukannya harusnya bapak senang anak kita memilih cita citanya sesuai dengan keinginan kita"

Suami : "Kenapa dia harus memilih buku agama dan buku politik ?"

Istri : "oalah pak,  harusnya bapak senang dong anak kita mengerti keinginan kita"

Suami : "dia memilih buku agama dan buku politik, itu artinya jika dewasa nanti dia akan terjun di DUNIA POLITIK dengan MEMBAWA BAWA AGAMA"

Istrinya tersentak....  "oh my god..."

----%----%----%----

31 Januari 2018
Marulak Sinurat

Senin, 29 Januari 2018

-CELUP MEMANG KEJAM-

Tiba tiba saya ingin menulis sesuatu tentang viral foto bapak bapak menjunjung (manghunti) TANDOK yang berujung pada bulliying.
*Not : tandok adalah alat hantaran atau wadah yang terbuat dari anyaman bayon (pandan) yang digunakan oleh masyarakat suku batak terutama dalam acara adat.

Foto sepenggal yang tidak mewakili diri oknun yang ada pada foto tersebut telah melahirkan banyak sekali pengguna media sosial PENGHINA yang seolah olah hidup mereka sangat sempurna sehingga bebas menghakimi tanpa memikirkan dampak buruknya.

-Ada yang bilang SIDUA JAMBAR alias BANCI
-Ada yang bilang DKI alias dibawah ketiak istri
-Ada yang bilang istrinya durhaka

Dan masih banyak lagi caci maki yang dialamatkan kepada sepasang suami istri yang ada pada foto tersebut.

Inilah kejamnya dunia CELUP alias CEKREK LALU UPLOAD…

Orang orang CELUP ini telah memangkas kehidupan seseorang dan hanya melihat nol koma sepersekian juta persen dari kehidupan seseorang lalu menganggap apa yang dia lihat adalah sebuah kenyataan yang harus dihina, dicerca dan ditertawakan.

Dalam suasana pesta orang batak, hal seperti cerita diatas sering kali terjadi.

Saya coba memberi contoh nyata kepada anda semua yang hobby CELUP, begini….

Sepasang suami istri sedang berada dikerumunan pesta, lalu sang istri tiba tiba mau ke toilet,
tidak mungkin dong dia ke toilet bawa bawa tas segala sementara dia punya suami yang menemani.
Lebih tidak mungkin lagi tasnya diletak begitu saja ditengah keramaian karena bisa jadi dicuri orang, didalam tasnya pasti banyak uang toh, kepiye wong di tempat ibadah saja tas bisa dicuri.

Lalu istrinya bilang : "pegang dulu tas ku pak’ek, mau ke toilet aku…"

Lalu suaminya memegang tas istrinya

Disisi lain seorang mahluk CELUP tiba tiba melihat kejanggalan itu...

Dalam hati si mahluk CELUP berkata :
"wahh gak lajim ini, masak laki laki megang tas wanita, ini namanya laki laki banci, masak mau dipijak pijak istrinya, bakalan rame nanti peristiwa ini di sosmed…"

Lalu mahluk CELUP mengambil HP dari sakunya dan Cekrak… Cekrek… Cekrik… Cekrok… Crooootttttt…..!!!

Jadilah hasil foto yang luar biasa spektakuler, tanpa pikir dua kali si mahluk CELUP langsung memposting "penemuan fenomenal" tersebut di akun FB nya dan tak lupa si mahluk CELUP memberi keterangan foto :

"Inilah laki laki SIDUA JAMBAR,  laki laki yang mau dipijak pijak istri, laki laki yang tidak punya wibawa, jangan jangan dia yang dibawah istrinya yang diatas"

Lalu dalam hitungan menit foto tersebut menjadi viral dan beribu ribu caci maki dialamatkan kepada pasangan suami istri yang tidak tau apa apa ini.

Sebuah foto bisa menghancurkan harga diri orang, bahkan bisa merusak masa depan mereka, bullying akan berakibat trauma mental kepada orang yang dibully dan PARA NETIZEN pembully merasa itu sebuah KEPUASAN SEPERTI KEPUASAN MASUK SURGA YANG HARUM MEMPESONA TIADA TARA.

Inilah kejamnya MAHLUK CELUP….!!!

Tapi sekejam kejamnya mahluk CELUP lebih kejam lagi netizen yang perilakunya seperti mulut buaya yang menganga dimuara sungai, apa pun yang melintas dari depan mulut buaya akan diterkam.
Mulai dari TAIK sampai KONDOM BEKAS semua ditelan bulat bulat oleh mulut buaya ini bahkan kalau melintas knalpot motor butut ditelan juga.

Begitulah perilaku netizen yang memiliki HP rata rata diatas harga 3 juta.

👉Kalau para Netizen ini wanita, kalian lebih percaya tas kalian dititip sama orang lain atau kepada suami sendiri ?
👉Jika anda seorang suami, bukankah anda akan mengamankan tas istri anda yang notabene berisi uang dan barang berharga lainnya ?

Tapi logika sederhana itu TIDAK MAIN Bagi para netizen MULUT BUAYA,
Bagi mereka laki laki memegang tas adalah BANCI dan mereka tidak perlu mencari tau CERITA APA yang ada dibalik tas itu.

Para netizen ini hanya beranggapan suami yang jantan itu adalah suami yang memegang mesin senso dan memegang bulldozer, biar garang dan macho 👎👎👎

✅Jantan itu bagaimana anda bertanggung jawab pada istri dan keluarga anda
✅Jantan itu adalah suami yang setia
👎Buat apa badan anda sangar dan pegangan anda martil batu supaya image jantan dilihat netizen tapi diluar sana banyak wanita penjaja seks yang anda singgahi ?

Jangan terlalu negatif menilai orang sebab bisa jadi orang yang anda hina sangat diandalkan DIPARADATAN sementara anda MEMIMPIN DOA MAKAN saja sampai BERAK CELANA sangkin gemetaran disuru tampil didepan umum.

👉Mahluk CELUP memang kejam…
👉Mahluk CELUP ada disekitar kita…
👉Bisa jadi suatu saat anda semua menjadi korban CELUP…

Jangan anda pernah merasa PALING BERHAK menyimpulkan kehidupan orang lain hanya dari sedetik anda melihat dia sebab orang yang anda nilai juga punya KEHIDUPAN YANG SEUTUHNYA dirumah mereka.

HP itu diciptakan untuk membuat kita pintar, jangan manfaatkan fitur canggih di HP anda yang mahal itu untuk merusak harga diri orang lain.

dikit dikit CELUP
dikit dikit CELUP
dikit dikit CELUP

Tidak semua hal dalam penglihatan mu harus DICELUP.

Lalu tiba tiba lagi saya teringat pada seorang ibu di Colorado, AS yang menjadi korban CELUP ala negri Paman sam.
Saat itu mahluk CELUP memposting foto seorang ibu yang duduk di bangku panjang sambil asik main HP sementara bayinya terbaring dilantai sebuah bandara.
Ibu malang ini pun akhirnya menjadi sasaran bullying.
Padahal sebenarnya kisah dibalik foto tersebut adalah si Ibu beserta bayinya yang masih berusia 2 bulan sedang delay pesawat hingga 20 jam dibandara dan keluarganya sedang menanti kedatangan mereka.
Dia berpikir 20 jam menggendong bayi bukanlah hal yang menyehatkan bagi bayi, maka dia putuskan untuk menidurkan bayi dilantai bandara dengan alas kain seadanya supaya bayinya rileks sementara dia mengambil HP untuk mengabari suami dan keluarga bahwa mereka delay 20 jam.

Wanita tersebut berkata : "saya lebih tau apa yang dibutuhkan bayi saya dari apa yang diketahui netizen"

Saya akhiri tulisan saya ini dengan statement “ORANG CELUP MEMANG KEJAM, TAPI 1000 KALI LEBIH KEJAM ADALAH ORANG YANG MENJADI PEMBULLY GARA GARA HASIL KARYA CELUP"

Jumat, 19 Januari 2018

-MENGAPA HARUS TAKUT CENTANG BIRU-

Jaman semakin modern, istilahnya sangkin modernnya jaman kalau kita tidak suka hidung kita, tinggal ganti.
Tidak suka bibir tinggal operasi.
Apa pun yang tidak kita suka bisa diatasi.
Itulah sangkin modernnya jaman sakiki.

Begitu juga dengan aplikasi WA yang saat ini menjadi media chating terbesar di Dunia.
Semakin canggih jaman semakin pandai pula para penggunanya mengatasi segala sesuatu termasuk membaca pesan WA tapi membuat pesan tersebut seolah olah belum dibaca.

Padahal sudah jelas kita tau bersama bahwa :

✅Centang satu abu abu artinya Sent
✅Centang dua abu abu artinya Received
✅Centang dua biru artinya Read

Tapi banyak juga orang yang sudah membaca pesan WA tapi masih centang dua abu abu supaya si pengirim pesan berpikir dia sedang sibuk sehingga tidak pegang HP atau supaya si pengirim pesan tidak tau kalau pesan itu sebenarnya sudah dibaca.

Gampang saja mau membuat pesan WA tetap centang dua abu abu, apa susahnya ?

-Tinggal klik tanda titik tiga disudut kanan atas
-Setelah itu klik Setting
-Setelah itu  klik Account
-Setelah itu klik Privacy
-Lalu silahkan ubah pilihan Last seen menjadi Nobody dan hilangkan juga ceklis pada bagian Read receipts.

BERESSSS !!!
Sampai beruban pun anda membaca pesan WA, tampilan di layar HP si pengirim tetap centang dua abu abu.

Masalahnya adalah KENAPA ANDA HARUS TAKUT KEPADA CENTANG BIRU KODONG ?

Tinggal baca, kalau suka balas kalau tak suka abaikan, simpel kan ?

Anda punya hak penuh atas diri anda mau membalas atau tidak sebuah pesan WA.

➡Kalau anda tidak mau dikata sombong, balas lah WA itu
➡Tapi kalau anda siap diri dikatakan sombong, abaikan lah WA itu

Jangan pula anda jadi orang PENGECUT dengan membaca WA tapi berpura pura seperti belum membaca.

Anda seting pengaturan aplikasi WA anda agar terlihat centang dua abu abu.
Itu artinya Anda PENGECUT.

ANDA CEMEN BROOO !!!
😃😃😃

Tapi tenang aja, masih ada kemungkinan tau seseorang sudah baca pesan WA atau belum.....

⬇⬇⬇

Cara pertama :
Coba kamu kirim pesan suara, kalau dia membuka pesan suara ini maka akan ada notif centang biru sebab fitur pesan suara tidak bisa diseting tetap centang dua abu abu.
Kalau pesan suara dia buka pastinya pesan sebelumnya juga dibaca bukan ?

Cara kedua :
Kalau kalian sama sama anggota di grup WA, dari sini juga kalian bisa tau seseorang sedang aktif atau tidak.
Caranya kirim pesan apa saja di grup,
misalnya "Haii selamat pagi"

➡Setelah itu sentuh pesan terkirim tadi sampai muncul tap diatas layar
➡Setelah itu klik tanda hurup i yang ada didalam lingkaran
➡Setelah itu akan muncul daftar nama nama orang yang sudah membaca pesan kamu

Nahh kalau misalnya anda melihat orang yang dimaksud membaca WA di grup, kan omong kosong rasanya dia tidak baca pesan di WA pribadi.

Jadi paham kan kawan kawan, jika anda memiliki teman yang CEMEN dan TAKUT CENTANG BIRU, boleh lah dicoba cara cara diatas.

Semoga bermanfaat ya…

-ONAN-

Sebenarnya jika mengacu kepada BAHASA LOKAL, Sumatra Utara tidak mengenal yang namanya pasar.
Tempat terjadinya proses jual beli atau perkulakan di Sumatra Utara disebut PAJAK.

Makanya santer seantero negeri nama nama pajak popular di Sumatra Utara misalnya

-Pajak Sambo (nama sebenarnya sambu tetapi orang Sumatra utara terbiasa mengganti hurup U menjadi O
-Pajak Sukaramai
-Pajak Pringgan
-Pajak Petisah
-Pajak Simpang limun
-Pajak Kambing (sebenarnya nama aslinya Sei Sikambing tapi orang Sumatra utara terbiasa menyingkat nama yang terlalu panjang)
-Pajak Horas siantar
-Pajak Balige
-Pajak Siborongborong
-dll

Jika bahasa Sumatra Utara untuk PASAR adalah PAJAK maka bahasa batak pajak adalah ONAN.

Tapi tahukah anda sejarah terbentuknya nama ONAN dikalangan suku batak ?

Kata onan berasal dari aktifitas orang orang yang ada ditempat tersebut dalam berdagang.

ON artinya INI
AN artinya ITU

ONAN artinya INI ITU

Jadi kata onan menggambarkan sebuah aktifitas perdagangan yang semuanya ada disatu tempat.

Semua barang INI dan ITU ada
Semua yang dicari INI dan ITU ada

Selain menggambarkan aktifitas dagang, ONAN juga berarti orang orang yang beraktifitas ditempat tersebut berasal dari berbagai tempat.

SIANON artinya DARI SINI
SIANAN artinya DARI SANA

Dengan kata lain artinya "dari mana mana semua orang tumplek blek di pasar"

Ada satu ciri khas onan di daerah batak dibanding dengan Pajak di daerah lain seperti di Medan.

Jika di medan, Pajak itu identik dengan sembako maka ONAN di wilayah wilayah batak identik dengan SEDDOR (CENDOL).

Semua barang memang ada di onan mulai dari sembako sampai dengan aksesoris dinding,
Mulai dari kain sampai dengan besi,
Mulai dari yang lembek sampai dengan yang keras,
Tetapi setiap kali nama ONAN disebut imajinasi pertama yang hadir dalam pikiran adalah SEDDOR.

Seddor adalah minuman ringan khas masyarakat batak.
Biasanya tempat menjual seddor adalah titik temu bagi orang orang yang berkelompok pergi ke onan lalu berpencar mencari kebutuhan masing masing dan biasanya agar pulangnya bisa kembali bersama sama maka mereka akan menetapkan titik temu,

"Di Seddor ni nai Poteria ma hita annon marsipaimaan ateh edak..."

😃😄

Nahhh dongan dongan sudah tau kan sejarah terbentuknya nama ONAN ?

Semoga bermanfaat ya....

Oyokkk minum SEDDORRRRRR