Tampilkan postingan dengan label berbagi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berbagi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 November 2016

-JAKET BOMBER JOKOWI dan HUKUM TABUR TUAI-

Untuk orang orang yang suka meng ANJING ANJING kan JOKOWI, sepertinya Anda  harus belajar  hukum alam “Memberi Menerima dan Menabur Menuai”.

Trend jaket bomber yang dikenakan Jokowi saat peristiwa paling Fenomenal se jagat raya beberapa waktu lalu telah membawa dampak positif bagi “BANYAK ORANG SEHAT”.
Beberapa sumber megatakan bahwa stock Jaket seperti yang dipakai Jokowi sudah habis terjual di gerai gerai Mall di Jakarta dan kota kota lainnya, masih menurut para sumber sampai saat ini berbagai gerai tersebut masih diserbu masyarakat yang ingin membeli jaket bomber Jokowi.

Iseng iseng Saya mencari tau merek Jaket tersebut, beberapa sumber dari situs terpercaya mengatakan bahwa jaket tersebut produksi dari rumah mode ternama bermerek ZARA (mudah mudahan benar) dan dibandrol dengan harga Rp.999.900, harga yang mahal untuk sepotong jaket bagi orang susah seperti Saya tapi kebalikannya jika dibanding dengan pejabat dan Publik Figur tentunya harga sejuta tersebut sangat Murah bahkan boleh dikata tidak ada harganya sama sekali.

Apa kira kira hikmah yang Anda dapat dari trend Jaket Bomber Jokowi ini ?
Pertanyaan ini yang paling penting dari sekedar trend fashion tentunya dan Sasaran pertanyaan ini ditujukan untuk DUA GOLONGAN yang ada di Negara kita :
1)GOLONGAN ORANG ORANG “SEHAT”
2)GOLONGAN PEMBENCI ABADI

GOLONGAN ORANG ORANG “SEHAT” akan berpendapat bahwa Jaket Jokowi ini mencerminkan Hukum Tabur Tuai dan hukum Memberi Menerima dalam kehidupan sehari hari.
Anda jangan sepele terhadap sebuah makna besar yang terkandung dalam trend Jaket Jokowi ini, ada sebuah MAKNA KEHIDUPAN dibalik Jaket itu “HANYA ORANG ORANG BAIK YANG BISA MEMBERI DAMPAK BAIK BAGI ORANG ORANG DISEKITARNYA”.

Mari kita mainkan logika simpel kita, begini :
-Adakah orang yang rela mengeluarkan duit untuk membeli jaket mirip Jokowi ini jika Jokowi  seorang yang JAHAT ?
-Adakah pernah Anda mengetahui pakaian yang dikenakan orang JAHAT menjadi Trendik Topik ?
-Lalu disaat yang sama seorang pesohor negeri ini meneriakkan JOKOWI ANJING, tapi lihatlah adakah orang orang yang berlomba lomba untuk membeli baju yang mirip dengan yang dikenakan pesohor yang teriak teriak tersebut ?
adakah gerai gerai fashion di mall yang diserbu pembeli untuk membeli dan menanyakan baju yang mirip dengan yang dikenakan pesohor yang teriak ANJING tersebut ?
Tidak ada sodara…. Tidak ada orang yang tertarik untuk membeli baju yang mirip dengan pesohor dengan icon “Raja Teriak” tersebut.

Jika Jokowi Jahat dan Biadab seperti yang dikoar koarkan para pembencinya, pastinya orang orang akan MBOK PRETTT dengan apapun yang dipakai beliau, tapi nyatanya ribuan orang berlomba lomba untuk membeli Jaket bomber mirip beliau, itu tandanya dia disukai.
Itulah hukum Tabur Tuai, apa yang kita Tabur itu pula yang kita tuai. Kebaikan yang kita perbuat pasti kebaikan yang kita dapat. 
Gagasan positif yang kita buat pasti hasil positif juga yang kita dapat meskipun untuk mencapai hasil tersebut dibutuhkan waktu dan proses. 
Memasak dodol yang baik pasti akan membutuhkan waktu yang lebih lama dari pada memasak dodol asal jadi, tapi hasilnya akan lebih ENAK.

Lalu bagaimana kira kira GOLONGAN PEMBENCI ABADI menanggapi trend Jaket Jokowi ini ?
Weleh weleh ya wes ewes ewes lah, golongan ini kan sumbu nya pendek, jadi lebih cepat meletup…tup…tup…tup, Paling juga golongan ini bilang begini :
Merek apa jaket nya ? √ oowww… ZARA !!! kurang ajar…
ZARA buatan mana tuh ? √ oowww… SPANYOL !!! kurang ajar…
Yang punya ZARA Siapa ?√ oowww… Amancio Ortega !!! kurang ajar… 
Berarti kafir, berarti Jokowi di danai kafir, berarti Jokowi di dukung oleh Negara kafir.
lihat sodara … Jokowi sudah di Endorse kafir, ini tidak bisa dibiarkan, Jokowi harus diturunkan, harus dilengserkan, DEMO…….!!!



Think Smart broo… 
Apa iya dengan mencampur sendiri es batu, rasa lemon, dan gelembung bisa seenak dan senyegarin Sprite…?  
(HaHaHa… Sprite sudah Saya promosikan nihh… kapan dong Saya di Endorse sama Sprite…ayo dong Sprite Endorse gue HaHaHa)

*dari berbagai sumber
copyright 2016-Marulak Sinurat

Minggu, 06 November 2016

-NO PROPAGANDA-

Jika sudah mendapat share foto atau berita tentang agama LANGSUNG SAMBAR !!!!!!!!!   
Padahal belum lagi dicek kebenaran berita tersebut  langsung PUJA PUJI SURGAWI yang keluar dari mulut masing masing.

Jika foto atau berita tersebut dirasa menguntungkan umat islam maka akan sangat gampang kita menemui komentar :  Subhanallah….. Allah maha besar…..
Jika foto atau berita tersebut dirasa menguntungkan umat kristen maka akan sangat gampang kita menemui komentar : Haleluyah…. Besar kuasamu Bapa…. 

Sudahkah kita mencari tau kebenaran foto/berita/Link Propaganda Agama tersebut sebelum kita mengucapkan PUJA PUJI SURGAWI ?

Lebih penting manakah :  PUJA PUJI SURGAWI untuk MAHA KARYA HOAX ? atau mengamini Tuhan dalam ajaran agama kita masing masing didalam Hati ?

Foto 1 :
Berita “Jackie Chan masuk Islam” adalah HOAX.
foto tersebut merupakan foto Jackie Chan dengan mengenakan pakaian tradisional Uni Emirat Arab (UEA) saat kunjungannya ke Dubai untuk keperluan film Kung Fu Yoga.

Foto 2 :
Berita “Satu gereja masuk Islam” adalah HOAX.
Dalam foto Nampak sejumlah orang sedang shalat disebuah gereja, orang orang dalam foto tersebut bukanlah orang Kristen yang masuk islam.
Foto tersebut adalah Sejumlah warga muslim di AS yang menggelar shalat Jumat di Gereja Katedral Nasional di Washington, Amerika Serikat.  Acara itu ditujukan untuk menunjukkan solidaritas antara umat Kristen dan Muslim di Amerika Serikat.

Foto 3 :
Berita tentang “Pendeta Bakar Diri karena Jemaatnya masuk Islam” adalah HOAX.
Dalam foto terlihat seorang pria menyiram bahan bakar ketubuhnya sendiri lalu melakukan aksi bakar diri, foto ini benar benar terjadi tapi bukan bercerita tentang Agama.
Peristiwa  tragis ini terjadi di Thessaloniki, Yunani Utara pada tahun 2011 tepat dihalaman depan Bank Piraeus. Menurut keterangan para polisi yang menolong pria nekat ini, dirinya membakar diri karna pihak bank tidak mengabulkan permohonannya untuk memberikan perpanjangan jatuh tempo uang pinjaman rumah dan bisnisnya.

Foto 4 : 
Berita “Satu rombongan Natal selamat dari Tsunami Aceh” adalah HOAX.
Tidak benar adanya satu rombongan Kristen (sekitar 400an orang) yang akan merayakan Natal ke gunung karena diusir warga setempat selamat dari Tsunami 2004. 

Masih banyak Foto/berita/link tidak bertanggung jawab bertebaran didunia ini, ratusan atau bahkan ribuan, tujuannya apalagi kalau bukan untuk MEMBUAT KAMU PANAS.. 
emang kamu mau PANAS ? sayang sekali energi PANAS kamu tersalur untuk BERITA KEBENCIAN dari para PENOLAK KEDAMAIAN. 
lebih baik energi PANAS kamu itu kamu salurkan ke Bumi biar bisa MENJADI PANAS BUMI.

Saya menemukan pendapat dari beberapa pengamat baik yang dimuat di media online, media cetak, blog dan lain sebagainya bahwa Negara Indonesia adalah PASAR TERBESAR UNTUK BERITA BERITA HOAX, hal ini disebabkan oleh LEBIH BANYAK PENGGUNA TEKNOLOGI YANG BODOH.

Lalu Saya menjabarkan lagi pendapat para pengamat tersebut sbg :
- kalaupun terlalu kasar jika disebut bodoh maka Saya lebih senang dengan kalimat “orang yang membeli gadget tanpa memanfaatkan fungsinya 
- tidak jeli melihat sebuah foto asli atau editan
-tidak memahami arti kerukunan umat beragama
-jika berhubungan dengan Agama, semua seolah olah akan mendapat tempat di surga hanya dengan mengucapkan PUJA PUJI SURGAWI dari berita HOAX tersebut.
-merasa dialah yang paling benar

Lalu saya berpikir kembali : tidak sia sia BELANDA menjajah Indonesia karena sampai di era kemerdekaan yang sudah sangat modern ini masih saja masyarakat MUDAH DIADU DOMBA. 
Hampir semua konflik di masyarakat bersumber dari ADU DOMBA yang menyebar begitu cepat. 

Jadi buat kita semua , Agama apapun kita, suku apapun kita jika kita melihat satu berita yang berpotensi menyebabkan dan menebarkan kebencian segera kita cari kebenarannya dari sumber terpercaya setelah itu beri pemahaman kepada si penyebar kebencian tersebut. 

ADU DOMBA NO !!!
ADU LOGIKA YES !!!

Yang setuju dengan Saya untuk menolak “STATUS BERITA KEBENCIAN”  katakana Yes !!!

by : Marulak Sinurat

Kamis, 27 Oktober 2016

-ANCAMAN DIBALIK VIDEO KEKERASAN -

Banyak sekali kita menemukan kiriman seseorang berupa video kekerasan di Media Sosial.
Themanya beragam:
- Ada kelompok garis keras
- Ada maling
- Begal
- Penjahat
- Pemerkosa, dll

Motifnya juga menurut Saya beragam :
- Ada yang hanya ikut ikutan berbagi
- Ada yang merasa senang jika dia merupakan orang pertama yang membagi Video tersebut
- Ada yang dalam hatinya hanya bertujuan untuk memberi informasi
- Bahkan sampai yang paling ekstrim ada kelompok kelompok peneror yang memang sengaja mengunggah video video mengerikan tersebut kebeberapa akun dengan tujuan untuk menunjukan bahwa mereka eksis dan siap menjadi ancaman bagi kelompok dan negara tertentu.

Namun apa pun thema dan motif dari si pengunggah video memunculkan pertanyaan besar dalam diri Saya : 
- BIJAKSANAKAH mengunggah video kekerasan di media sosial ? 
- Apakah tidak ada lagi “BATASAN” antara hal yang “PANTAS” dan “TIDAK PANTAS” untuk diunggah di media sosial ?

Sebelum kita melanjutkan pembahasan pada topik diatas, mari kita menjabarkan apa definisi dari “MEDIA SOSIAL”

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, 
MEDIA berarti : 1 alat; 2 alat (sarana) komunikasi seperti koran, majalah, radio, televisi, film, poster, dan spanduk; dst… 
SOSIAL berarti : berkenaan dengan masyarakat ; dst…

Sedangkan WIKIPEDIA mendefinisikan media sosial adalah : 
"sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. 

Lalu Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial :
"sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi"

dari ketiga sumber diatas dapat kita jabarkan bahwa media sosial adalah “sarana bagi masyarakat untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama”. 
didalam media tersebut ada masyarakat dan didalam masyarakat tersebut ada Saya, ada Kamu, ada Orang tua kita, Ada saudara kita, dan ada sahabat kita.

Kembali ke topik kekerasan, apakah kita pernah berpikir efek negatif dari video kekerasan yang kita lihat ? 
Jika google adalah mesin pencari terhebat di dunia, maka Saya percaya bahwa OTAK MANUSIA adalah mesin pengingat terbaik didunia.
Otak kita akan menyimpan semua visual tentang video kekerasan tersebut. 
Otak kita akan mengingat bagaimana seseorang memenggal kepala yang lain, atau bagaimana seseorang dibakar hidup hidup, atau bagaimana ayunan sebuah golok menebas leher dll. 
Lalu apakah kita bisa melupakan apa yang kita lihat dalam video tersebut ? 
Jawabannya TIDAK AKAN BISA !!! 
kita hanya bisa menghilangkan ingatan kita sementara akan penglihatan itu, lalu bertahun tahun berikutnya ingatan itu akan muncul kembali jika kita terpicu atau dipicu oleh satu hal.

Mari kita kaji pelan pelan dengan menggunakan logika dan hati… 
Apakah pernah terpikir kan oleh kita bahwa orang orang yang pernah melihat Video kekerasan itu akan melakukan hal yang sama nantinya ? 
Coba pikirkan sedikit saja untuk hal itu..... Seseorang yang sedang terjepit posisinya dalam satu hal akan membuat otaknya bereaksi untuk mengingat apa yang harus dia lakukan dan pada saat itulah bayangan tentang video kekerasan yang sudah bertahun tahun tersimpan tiba tiba muncul.

Haaahhh….. Saya harus menarik nafas dalam dalam sebelum menuliskan ini, Saya berpikir apakah Masih sangat banyak PENGGUNA TEKNOLOGI YANG KURANG BIJAKSANA di dunia ini ?

Kita semua harus tau bahwa saat ini Twitter dan Facebook menggunakan fitur autoplay. 
dengan fitur ini video apapun yang ada di akun kita akan terputar secara otomatis tanpa kita klik play, jadi sebaiknya tidak perlu mengirim video yang tidak berdampak baik di media sosial karena Mungkin saja seseorang tidak berminat dan tidak suka melihat video apapun, tapi berkat fitur autoplay tersebut secara tidak langsung mengarahkan pandangan matanya untuk melihat. dari melihat itu dia penasaran, dari penasaran itu dia ingin tahu, dan dari ingin tahu itu dia akan melanjutkan melihat sampai habis, lalu setelah itu akan ada trauma mendalam dalam dirinya.

Jika kita ingin memberi info tentang kekerasan dengan tujuan agar orang lain waspada, sebaiknya lakukanlah hal tersebut dengan NARASI atau tulisan, atau bisa juga dengan gambar perumpamaan atau mungkin dengan video kreatif seperti yang banyak dilakukan para mahasiswa pencinta kedamaian, masih banyak kok mahasiswa yang mengabdikan dirinya untuk membuat video yang edukatif dan kreatif. 
Kita harus tau IKLAN KONDOM tidak harus MENUNJUKAN CARA MEMASANGKAN KONDOM TERSEBUT KE ALAT VITAL PRIA bukan ? 
sama seperti itulah kita harusnya punya cara untuk menyadarkan masyarakat tentang kewaspadaan tanpa harus menunjukan Video bermacam macam pemenggalan itu.

Biarlah video kekerasan itu menjadi HAK aparat KEPOLISIAN dan pihak berwenang lainnya dalam batas tertutup. 
Jika pun kita merekam tindak kekerasan secara sengaja maupun tidak sengaja sebaiknya serahkanlah "kreatifitas" dadakan itu kepada pihak berwajib sebagai bahan analisa tanpa perlu dengan gagah berani kita unggah di akun media sosial. Kita harus pikirkan dampaknya dikemudian hari baik untuk diri kita maupun diri orang lain terlebih untuk anak anak…….

-Jika hati kamu seperti batu karang ditengah lautan belum tentu orang lain memiliki hati sekeras itu. 
-Jika matamu memiliki saluran syarap yang terjepit, belum tentu mata orang lain begitu. 
-Jika kamu dengan bangganya bercerita tentang video kepala orang yang digergaji, mungkin dibelakang kamu ada orang lain yang tidak dapat tidur gara gara terlanjur melihat hal itu. 
-dan satu lagi……. Jika saja Kamu adalah keluarga dari orang yang dipenggal kepalanya, BAGAIMANA JERITAN HATI KAMU MELIHAT VIDEO KELUARGA MU TERSEBAR DI JAGAT MAYA ini ? 
jika kamu menjadi keluarganya masih cukup kuat kah HATIMU MENJADI KERAS ?


Haaahhh…. Saya harus menarik nafas lagi……. 
Lalu… muncullah saran saya untuk teman teman semua :

“TANDAI DAN INGAT NAMA TEMAN FB KAMU YANG SUKA BERBAGI VIDEO PEMENGGALAN KEPALA DAN VIDEO KEKERASAN LAINNYA. 
PADA SAAT KAMU MEMBUKA KRONOLOGI DAN MENEMUKAN NAMA ITU MUNCUL, SEGERA LEWATIKAN….!!! 
TIDAK PERLU MENOLEH KIRIMANNYA, KARENA KALAU DIA KEBETULAN SEDANG MENGIRIM VIDEO PEMENGGALAN KEPALA ,MAU TIDAK MAU DAN SUKA TIDAK SUKA KAMU TERPAKSA AKAN MELIHAT VIDEO ITU TERPUTAR, JIKA MENTALMU TIDAK KUAT KAMU AKAN TINGGALKAN DIA, TAPI JIKA MENTALMU KUAT MAKA AKAN ADA RANGSANGAN DALAM HATI KAMU UNTUK MENONTONNYA SAMPAI HABIS LALU KAMU AKAN TRAUMA SEUMUR HIDUP......


Haaahhh…. Saya harus menarik nafas lagi…
lalu muncullah pertanyaan terakhir dari Saya : masihkah kita merasakan nikmat dan kebanggaan luar biasa dari berkirim video kekerasan ?
JAWABANNYA ADA DI HATI KITA MASINGASING.

copyright 2016 - Marulak Sinurat



Jumat, 14 Oktober 2016

-TIKET SURGA DI FB-

Buat kamu yang beragama Kristen, pernah dapat link atau foto dengan Judul penampakan Tuhan Yesus di Fly Over Jakarta ? 
Lalu kamu share foto tersebut dan menganggap benar jika Tuhan Yesus telah menampakkan diri di fly Over Jakarta pada Agustus 2015 yang lalu ?
lalu kamu paksa juga orang lain untuk mengatakan Amin ?
lalu kamu berpikir jika sudah menshare foto tersebut maka kamu akan menjadi Kristen yang Taat ?

Disitulah banyak kebodohan pengguna teknologi, saat mendapat BC dengan iming iming tidak hidup bahagia jika BC tesebut terputus hanya di tangannya maka tanpa pikir panjang langsung share membabi buta.... 

Foto yang diclaim sebagai Penampakan Tuhan Yesus di Fly over jakarta adalah HOAX. 

Foto asli dari gambar tersebut adalah sebuah lukisan seorang seniman luar negeri bernama Greg Olsen, lalu lukisan original tersebut diedit seseorang, dibuat menyerupai bayangan dan seolah olah berada dikerumunan kota. 

Sebelum fly over Jakarta muncul pada Agustus 2015, issue HOAX tersebut sudah lebih dulu ada di pantai biru Manado. 

Apakah kamu berpikir dengan mengunggah Foto Tuhan Yesus editan maka kamu akan masuk surga ? 
Apakah kamu takut jika tidak mengatakan Amin seperti permintaan si pengedit foto maka hidupmu akan sengsara ?

Jadilah pengguna teknologi yang PINTAR, jangan menjadi pengguna teknologi MULUT BUAYA yang akan menelan apa saja yang masuk ke mulutnya.

Bukan hanya hal hal yang berbau kristen,sesuatu gambar/Berita yang berhubungan dengan Islam, Hindu dan Budha juga banyak tersebar/beredar dan hampir semuanya HOAX. 

Apa motif seseorang mengedit atau memanipulasi sesuatu ?
apalagi tujuannya kalau bukan PROPAGANDA.

Untuk apa kamu dengan Cantik dan Gantengnya memposting Ibadah Minggu diberbagai macam gereja dan berselfie ria dengan bacground altar jika gambar HOAX saja masih kamu percayai ?

Kamu berani menolak kata AMIN untuk sesuatu karya Editan ?
kalau Saya Yes !!!! BERANI...

Buat Saya Iman dan Tuhan itu dihati, 
yang menyelamatkan Saya Kelak adalah perbuatan Saya selama hidup di dunia, Bukan Foto editan yang beredar di dunia maya.

#Katakan TIDAK !!! untuk berita HOAX
copyright 2016 - Marulak Sinurat

-KARO BUKAN BATAK ?-

Heboh di sosmed tentang pernyataan seorang public figur yang menyebutkan KARO BUKAN BATAK live pada acara bergengsi mendapat tanggapan beragam dari berbagai pihak. 
BATAK adalah satu suku bangsa di Indonesia yang terdiri dari 5 puak yaitu Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Batak Angkola/Mandailing.
Banyak literature sejarah yang mencatat hal ini, dimulai dari catatan masa, sundut, tempat sampai catatan peninggalan sejarah baik itu seni dan budaya. 

Sebenarnya Penolakan terhadap batak ini bukan kali ini saja terjadi, sejak dulu banyak sekali orang orang dari PUAK SIMALUNGUN, MANDAILING dan KARO yang tidak ingin disebut BATAK.

Menurut beberapa sumber, konotasi negative BATAK sebagai suku primitive dan KANIBAL menjadi penyebab utama mengapa banyak orang tidak mau disebut BATAK, tidak heran jika jaman dulu orang mengganti istilah batak menjadi TAPANULI agar lebih “enak” didengar, padahal mereka lupa satu hal bahwa TAPANULI adalah wilayah dan BATAK adalah suku.
faktor berikutnya yang menyebabkan beberapa PUAK tidak ingin disebut batak adalah faktor AGAMA.
Beberapa puak yang tidak beragama KRISTEN tidak ingin diri mereka disebut batak, padahal seyogiannya harus dipahami bahwa BATAK dan KRISTEN itu dua hal yang berbeda.  
Suku batak tidak harus beragama Kristen dan agama Kristen tidak harus batak.
Sepertinya kedua faktor diatas yang menyebabkan beberapa Puak tidak ingin disebut suku batak. 

Jika kita mempertentangkan analisa dan penelitian masing masing puak, pastinya berbagai macam analisa dapat mengemuka tergantung seberapa besar sebuah analisa dapat mempengaruhi masyarakat dan seberapa besar masyarakat mau terpengaruh terhadap analisa.

Namun ada beberapa hal yang ingin Saya tuliskan disini, terlepas dari tulisan yang Saya serap dari beberapa sumber ini diterima atau tidak :
1. Batak Toba mengenal  sistem kemasyarakatan Dalihan Natolu yaitu SOMBA MARHULA HULA, MANAT MARDONGAN TUBU, ELEK MARBORU.
-Ternyata dalam masyarakat Batak Mandailing/Angkola ada juga Dalihan Natolu yang diberi nama “Dalian Na Tolu” yaitu HORMAT MARMORA, MANAT MARKAHANGGI, ELEK MARANAK BORU.
-Lalu Batak Simalungun mengenal Dalihan Natolu sebagai “Tolu Sahundulan” yaitu MARTONDONG NINGON HORMAT SOMBAH , MARSANINA NINGON PAKKEI-MANAT, MARBORU NINGON ELEK-PAKEI.
-Lalu Batak Karo mengenal dalihan na tolu dengan nama “Rakut Sitelu” yaitu NEMBAH MAN KALIMBUBU, MEHAMAT MAN SEMBUYAK, NAMI NAMI MAN ANAK BERU.
-dan juga Batak Pakpak mengenal istilah Dalihan Natolu dengan nama “Daliken Sitelu” yaitu SEMBAH MERKULA-KULA, MANAT MERDENGAN TUBUH, ELEK MARBERRU.

2. Sebelum sumpah pemuda tahun 1928 di Sumatera bagian Utara sudah terbentuk “JONG BATAK” yang didirikan dan dibentuk oleh Amir Sjarifoeddin Harahap dan Sanusi Pane. Kedua marga tersebut bukan marga Toba tetapi mereka menyebut diri mereka dengan sebutan Batak.

3.Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) adalah gereja suku terbesar di tanah karo. Dari nama yang terpampang juga sudah menandaskan bahwa batak itu adalah karo dan karo itu adalah batak.

4.Sensus penduduk tahun 1930 jauh sebelum Indonesia merdeka , saat itu pemerintah mengklasifikasikan Toba, Karo, Pakpak, Simalungun,  Angkola/Mandailing sebagai ETNIS BATAK.

5.Ragam Hias atau ornament rumah adat 5 puak dalam suku batak sama atau hampir sama
Sebenarnya jika dirunut kembali sejarah dimasa lalu pastinya kita semua sepakat jika BATAK terdiri dari 5 Puak yaitu Toba, Karo, Simalungun, Angkola/Mandailing, Pakpak

6. banyak literatur perpustakaan di Belanda yang menceritakan tentang Indonesia dan menuliskan suku Batak di Sumatra terdiri dari 5 puak, salah satu yang dituliskan adalah Batak Karo.

tapi pun demikian jika ada puak atau oknum yang tidak ingin dirinya disebut batak kita sebagai sesama manusia harus menghormati itu sebab bisa saja banyak orang akan meyakini informasi dari sumber yang dia yakini.

Kembali lagi kepada diri masing masing suku batak (yang merasa dirinya batak), jika Anda tidak ingin dikatakan BATAK saya rasa TIDAK ADA JUGA RUGINYA UNTUK KAMI YANG MENGAKU BATAK.
Jika pun secara resmi penetua dan tokoh tokoh Karo mengatakan mereka bukan batak dan ingin melepaskan “darah batak” dari diri mereka juga tidak berpegaruh kepada kehidupan batak secara keseluruhan. 
Jadi jika semakun banyakGERAKAN KARO BUKAN BATAK apakah kita harus marah dan menghujat mereka ? 
kalau Saya Tidak…!!! 
Saya akan mempersilahkan mereka menggariskan tentang biografi diri mereka dengan tinta emas bahwa mereka suku Karo, tidak masalah itu. Santai saja..
Saya berpikir simpel begini jika ada orang batak yang mengingkari dirinya sebagai orang batak maka yang rugi bukan SUKU BATAK melainkan diri sendiri …
Lagi pula Indonesia adalah Negara yang tertinggal dalam hal pendokumentasian segala sesuatu dimasa lalu, 
Indonesia juga masih kalah dalam hal penelitian dimasa lalu.
Jauh sebelum metode pendokumentasian dan budaya baca tulis ada di Suku Batak, orang orang pintar dari Amerika dan Eropa sudah banyak meneliti dan menulis serta mendokumentasikan tentang suku BATAK dan banyak catatan para peneliti tersebut yang menjelaskan bahwa Toba, Karo, Pakpak, Simalungun, Angkola/Mandailing adalah SUKU BATAK. 

Oke… kembali kepada kepercayaan dan keyakinan kita akan sejarah DIRI KITA yang sebenarnya.
Jika ada yang mengatakan DIA bukan KITA tidak masalah dan jangan dibenci apalagi sampai terjadi perpecahan, BERBEDA TIDAK HARUS PECAH BUKAN… ?

Kalau Saya….. ?
Didarah Saya mengalir darah Batak… dan menurut apa yang Saya tanam dihati Saya , baik Toba, Karo, Pakpak, Simalungun, Angkola/Mandailing  adalah SUKU BATAK. 

Secara pribadi Saya akan tetap menganggap Karo adalah Batak sekalipun suku Karo tidak Mengakui bahwa mereka adalah Batak, karena kembali lagi kepada keyakinan. 
Saya tidak akan membenci GERAKAN KARO BUKAN BATAK sebab Saya meyakini Karo adalah Batak, tidak masalah kan ?

HORAS….!!!
MEJUAH JUAH….!!!
NJUAH JUAH….!!!
HORAS BANTA HAGANUPAN….!!!
HORAS TONDI MADINGIN PIR TONDO MATOGO….!!!

copyright - 2016
Marulak Sinurat
*dari berbagai sumber