Rabu, 26 Juli 2017

-AUDIT GEREJA (PENTINGKAH)?-

Belakangan ini ramai sekali pemberitaan di media sosial mengenai rencana KPK mengaudit keuangan gereja.
Ada yang pro, ada yang kontra, ada pula yang netral.
Namun yang jelas, apapun alasan ketiga kelompok pendapat ini pasti punya alasan masing masing yang mewakili buah pemikiran mereka.

Yang menjadi permasalahan adalah kebiasaan para pengguna media sosial yang malas memberi sedikit waktunya untuk membaca dan mencari referensi sehingga berkembanglah issue audit gereja ini sebagai sebuah langkah intervensi dari KPK.
Hanya melihat judul langsung TYPE AMIN LIKE DAN SHARE.

Penyakit pengguna media sosial di Indonesia hanya berkutat pada 3 hal tersebut plus 1 BONUS yaitu :
1. AMIN
2. LIKE
3. SHARE
4. Plus Bonus MASUK SURGA

Istilah kerennya BUY 3 GET 1, makanya portal portal berita kaya raya di Indonesia ini, cukup mencetak judul yang besar dan sedikit aneh maka langsung dalam hitungan detik tershare keseluruh pelosok.

Sebenarnya yang terjadi adalah Alexander Marwata, wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi sedang menjadi nara sumber pada sebuah seminar di Kantor konferensi Wali Gereja Indonesia (15/7/2017 sumb: www.tagar.id) pada kesempatan tersebut Marwata MENANTANG gereja gereja untuk melakukan Audit Keuangan, beliau juga mencontohkan Vatikan Roma yang sudah melakukan Audit terbuka keuangan mereka.

-------------------------

Apa yang disampaikan beliau dalam seminar tersebut merupakan pendapat pribadi dalam kapasitas beliau sebagai nara sumber.
Jadi bukan KPK yang punya gagasan hanya saja kebetulan Alexander Marwata menjabat sebagai wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi.

Alexander Marwata seorang yang beragama Kristen.
Tentunya beliau juga sangat paham apa yang ada di tubuh gereja, bagaimana seluk beluk dan liku liku gereja sampai ke stuktur terendah hingga tertinggi beliau paham.
Lalu jika Alexander Marwata MENANTANG gereja untuk melakukan audit keuangan apakah itu menyalahi ?
Apakah gereja akan gentar dengan tantangan beliau ?
atau justru menyambutnya dengan lapang dada ?

-------------------------

Reaksi nitizen ?
1. TIDAK SETUJU
Kita tidak boleh berpikir buruk terhadap mereka yang tidak setuju audit keuangan gereja oleh KPK, bukan berarti mereka mendukung korupsi.
Mereka berpendapat bahwa KPK adalah lembaga Negara sedangkan Gereja bukan lembaga Negara, lalu mengapa lembaga Negara mengaudit gereja yang sama sekali tidak pernah mendapat dana bantuan dari Negara ?
Selama ini dana apapun yang ada di keuangan gereja adalah swadaya jemaat (GUGU TOKTOK RIPE) mulai dari membeli tanah, membangun, mengisi perlengkapan, operasional harian, dll semuanya ditanggung oleh jemaat.
Partisipasi jemaat juga bermacam macam mulai dari yang mendonasikan uang, menganti uang dengan padi dan beras, membantu menyediakan peralatan tukang, membantu menyediakan makan bagi tukang sampai membantu dengan tenaga semuanya secara swadaya.
Jadi wajar rasanya ada nada keberatan dari sebagian orang mendengar kabar tersebut.

Disisi lain ada juga yang menolak dengan alasan yang berbeda, sebagian berpendapat “apa yang sudah dipersembahkan diberikan sepenuh hati untuk Tuhan dan gereja dan mereka percaya sepenuhnya kepada pengelolaan keuangan oleh gereja”
Pendapat ini juga sangat baik dan harus kita hormati, seperti kata para penetua “berikan yang terbaik untuk Tuhan dan biarlah yang terbaik juga yang engkau dapatkan”

2. SETUJU
Pendapat yang setuju berpedoman pada transparansi keuangan gereja. (kemungkinan) ada indikasi penyelewengan dana dan penyalahgunaan peruntukan dana tersebut.
Kelompok kelompok yang setuju audit keuangan gereja menendus adanya rekayasa dalam setiap laporan pertanggungjawaban keuangan dan mark-up anggaran.
Untuk kelompok yang setuju ini kita juga tidak boleh marah, mereka juga menyampaikan pendapat dengan berbagai kisah (mungkin) yang pernah mereka alami.
tau mungkin mereka pernah melihat sesuatu yang dianggarkan tetapi tidak ada realisasinya atau realisasi yang ganjil dari sebuah anggaran.

3.NETRAL
Untuk kelompok yang netral ini bisa menerima pendapat dari yang pro dan kontra dan tidak merasa masalah apakah keuangan gereja diaudit atau tidak.
Kalau diaudit ? SYUKUR
Tidak diaudit ? SYUKUR JUGA

-------------------------

Tapi jika memungkinkan ada pendapat ke 4 kira kira begini :
“Usul dari anggota KPK sudah ada meskipun itu sifatnya hanya pribadi dan berupa tantangan, namun  usulan ini mungkin saja bisa menjadi angin segar bagi pengelolaan keuangan gereja.
Jika kita sebagai orang yang ada di lingkaran gereja tidak ingin gereja yang nota benene bukan lembaga Negara diaudit oleh lembaga Negara, kenapa tidak kita alihkan saja audit tersebut kepada Akuntan Publik yang Independen.
KPK yang punya usul, Akuntan Publik yang beraksi, bisa juga bukan ?"

SUDAH SIAPKAH KITA MENERIMA TANTANGAN ?

Saya Marulak Sinurat    
http://marulaksinurat.blogspot.co.id

Selasa, 25 Juli 2017

-MANJAE-

Tulisan Saya kali ini mengangkat topik tentang memulai hidup mandiri bagi pasangan suami istri yang baru menikah atau dalam istilah batak disebut Manjae.
Tapi sebelum kita bahas substansi tersebut ada baiknya kita memahami sistem sosial suku batak agar kita dapatenarik benang merah dari dua sisi sisi yang berbeda.

“Batak adalah salah satu suku bangsa di Indonesia yang menerapkan sistem Patriarki yaitu sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai sosok otoritas.
Selain itu suku batak juga memakai garis keturunan Patrilineal yaitu suatu sistem adat masyarakat yang mengatur garis keturunan berasal dari pihak ayah.
Sistem ini menempatkan laki laki sebagai oknum yang paling dominan dalam segala hal”

------------------

(Baiklah… kita kembali ke topik Manjae…)

Sebaiknya pasangan suami istri yang baru menikah harus manjae, apapun kondisinya.
Sebab jika pasangan baru tersebut memutuskan tinggal dirumah orang tua malah akan muncul banyak konflik dan dalam hal ini yang selalu jadi korban konflik adalah wanita.

Pada satu sisi ada pasangan baru yang memutuskan tinggal dirumah orang tua karena pertimbangan ekonomi, tapi disisi lain ada pasangan rumah tangga baru yang tinggal serumah dengan orang tua karena keinginan orang tua, biasanya hal ini terjadi pada anak laki laki karena orang tua ingin agar anak lelakinya tinggal bersama dia dengan berbagai faktor.
Namun apapun alasannya, tinggal di rumah orang tua hanya akan membuat wanita (istri) menjadi tertekan batin.

Dalam kehidupan masyarakat batak, seorang wanita yang akan menikah pasti mengalami stress berat.
Stress ini bukan karena memikirkan biaya pesta, bukan karena memikirkan salon, bukan karena memikirkan bagaimana kedepannya dll, dia setress karena memikirkan keluarga baru dari pihak suaminya.
Dia akan menghabiskan energinya untuk memikirkan apakah mertuanya baik ? apakah Eda (iparnya) baik ? dll.
Wanita (parumaen) adalah orang yang paling sulit diterima dikeluarga laki laki dan paling sulit beradaptasi, berbeda dengan laki laki yang sangat mudah masuk dan beadaptasi dengan keluarga wanita.
Secara psikologis hal ini mungkin disebabkan oleh karakter laki laki yang terbuka dan blak blakan sementara wanita lebih cenderung diam dan tertutup tetapi gelagat apapun yang timbul dari sikap diam seorang wanita akan kelihatan dari gestur tubuhnya.
Hal ini pula yang menyebabkan banyak EDA yang menerka nerka sifat EDA BARU nya tanpa mau berbicara to the poin.

Pertimbangan konflik pada wanita (istri) inilah yang menyebabkan hampir semua pasangan suami istri baru akan memutuskan MANJAE dari orang tuanya.
Mereka lebih rela mengontrak kamar petak sumpek yang penting hidup mandiri tanpa campur tangan dan intervensi dari pihak mana pun.
Sebab saat seorang pria (pengantin baru) membawa istrinya untuk tinggal dirumah orang tuanya maka akan banyak sekali campur tangan yang diterima istri dari mertua dan para eda.
Apalagi ada pepatah batak yang berbunyi “BAKKO NI NA JONOK DO BAU, NA DAO ANGUR” yang artinya adalah banyak kebaikan yang dilakukan seseorang tatapi tetap kena cerca karena tiap hari bertemu, sementara saudara yang jauh tinggalnya cukup hanya dengan mengirim uang NAPURAN sekali setahun akan harum namanya.
Sugesti Pepatah sepenggal itu saja sudah cukup membuat seorang wanita yang akan menikah tidak mau tinggal dirumah mertua.

Namun ada kalanya memang orang tua yang menginginkan anak dan menantunya untuk tinggal bersama mereka.
mungkin dengan pertimbangan orang tua kurang sehat, supaya ada mengurus masa tua mereka, dll.
Tapi pada kasus ini bukan berarti tidak ada masalah yang muncul, justru konflik batin antara menantu dan para eda semakin tegang.
Kenapa ? karena putri orang tua tersebut pastinya sudah ikut dengan suaminya dan tidak bersama mereka lagi,
Lalu saat Menantu mengganti peran para putri ini untuk mengurus ibu mereka secara psikis mereka akan merasa tersaingi dan ada kekuatiran terimbangi oleh si menantu.
Itu pula sebabnya banyak terjadi gesekan NA MAR EDA dalam situasi seperti ini.
“GODANG DO KEJADIAN SEGA RUMAH TANGGA ALA GESEKAN NI EDA.
MOLO SAHALI SAHALI DO AKKA NA MAREDA I PAJUMPANG BARU PE ROMANTIS BERENGON, ALAI MOLO TIAP ARI DO PAJUMPANG TUDOSHON RANGGITING NAMA I"

Idealnya memang sepasang suami istri yang baru menikah harus memisahkan diri dari rumah induk, sebab sebuah rumah hanya cocok untuk satu rumah tangga.

Lalu jika kita kaji apa hubungan Manjae dengan Patriarki ?
secara langsung sebenarnya tidak ada hubungan, namun sifat laki laki yang ingin berkuasa penuh pada istrinya membuat hampir semua laki laki batak memilih untuk menguasai istrinya.
Seorang laki laki tidak akan bisa menguasai itrinya jika dia tinggal bersama orang tuanya,
Seorang laki laki tidak bisa dominan kepada istrinya jika dia tinggal bersama Ayah Ibunya,
Seorang laki laki tidak akan bisa menjadi Hero,
Tidak akan bisa menjadi kekuatan otoritas,
Tidak akan bisa menjadi tiang penyangga,
Selama dia masih tinggal dirumah orang tuanya.
Bagaimana mungkin seorang laki laki bisa berkuasa atas istrinya jika setiap hari istrinya masih menerima campur tangan dari eda (ipar) dan simatua (mertua) ?
Lantas bagaimana caranya agar kekuatan PATRIARKI Lelaki ini bisa dilaksanakan ?
Jawabannya adalah PINDAH RUMAH alias MANJAE

-------%-------%--------

Horas.....!!!
Saya Marulak Sinurat   
http://marulaksinurat.blogspot.co.ig

***Artikel ini Saya tulis dari curahan hati seseorang wanita
NO NAME yang rumah tangganya berakhir karena intervensi Eda (Ipar).
Tantangan para istri yang tinggal di rumah mertua banyak sekali,
mungkin saja mertua mu baik tapi bisa jadi eda mu tidak baik.
kemungkinan kemungkinan itu bisa terjadi sebab anda hanya dipandang sebagai wanita pendatang di keluarga tersebut.
Koreksi tambahan untuk para pria yang membawa istri tinggal dirumah orang tua, dalam segala hal pertimbangkan lah bahwa istri mu adalah dirimu sendiri, jadi percaya lah pada orang tua dan kakak kakak mu tanpa mengabaikan istri mu.

Senin, 26 Juni 2017

-HARI H-

Dalam percakapan sehari hari, dari anak anak sampai dewasa, dari kalangan bawah sampai kalangan atas sering sekali kita mengucapkan Hari 'H'. 

Tapi tau tidak mengapa ada istilah hari 'H' ? 

Hari 'H' diadaptasi dari istilah bahasa inggris 'D' Day.
Istilah ini awalnya digunakan para prajurit perang dunia ke 2 sebagai Sandi dalam berperang,
dalam perkembangannya 'D' tersebut diterjemahkan sebagai Day oleh masyarakat awam sehingga jadilah padanan kata Day of Day (D-Day). 

Istilah prajurit perang dunia ke 2 ini akhirnya diadaptasi secara latah di Indonesia menjadi Hari 'H' (Hari Hari) sama seperti D-Day (Day of Day) dinegara asalnya.  
Namun ternyata terjemahan bebas di indonesia ini salah kaprah karena arti asli dari huruf 'D' bukanlah Day.
oleh prajurit perang dinegara asalnya hurup 'D' tersebut adalah singkatan dari DECISION sehingga D-Day adalah 'Hari Penentuan atau hari yang ditetapkan'.

Karena singkatan ini adalah sandi militer maka para prajurit tidak boleh membeberkan arti tersebut,
arti 'D' sebagai 'Day' tersebut justruh berkembang di masyarakat awam. 

Jika pada perkembangannya di Indonesia D-day diadaptasi menjadi Hari 'H' sebenarnya salah kaprah sebab Hari 'H' yang merupakan Akronim 'Hari Hari' ini tidak ada artinya,
tapi karena istilah Hari H  tersebut sudah mewabah dan mendarah daging dimasyarakat akhirnya sangat sulit dihilangkan dan diperbaharui.

Hari H adalah adaptasi bahasa asing yang belum disetujui pemerintah,
itu sebabnya dalam KBBI kita tidak akan temukan Hari H.
Sebagai Contoh adaptasi bahasa asing yang sudah disetujui pemerintah adalah LPG menjadi Elpiji.

Nahhh... Semoga bermanfaat Ya kawan.

Saya Marulak Sinurat

Kamis, 22 Juni 2017

-HAMIL DILUAR NIKAH-

Kita semua pasti pernah melihat seorang wanita yang hamil diluar nikah,
jika pun tidak pernah melihat pastinya kita pernah mendengar ceritanya di masyarakat.

Ada banyak sisi dari wanita yang hamil di luar nikah, antara lain :
1. Wanita yang berhubungan badan diluar nikah akan gampang sekali hamil, hanya sekali berhubungan badan bisa langsung hamil.
✅Hal ini berbanding terbalik dengan wanita menikah yang sangat susah untuk hamil, bisa berbulan bulan bahkan bertahun tahun.

2. Wanita yang hamil diluar nikah bisa menyembunyikan perutnya yang membesar sehingga kelihatan biasa saja.
✅Hal ini bertolak belakang dengan wanita menikah yang akan membesar perutnya saat hamil.

3. Wanita yang hamil di luar nikah tidak pernah merasa kesulitan, dia beraktivitas normal layaknya wanita yang tidak hamil.
✅Hal ini bertolak belakang dengan wanita menikah yang acap kali meringis kesakitan. Wanita menikah yang hamil akan kewalahan beraktivitas.

4. Wanita hamil di luar nikah tidak akan merasa sakit saat melahirkan, dimana pun dia bisa melahirkan tanpa bantuan bidan.
Dia bisa melahirkan di kebun, di kamar, di toilet, dan di tempat lain hanya seorang diri.
✅Hal ini bertolak belakang dengan wanita menikah yang akan  merasa sakit saat melahirkan dan harus dibantu orang lain.

5.Hampir semua Wanita hamil diluar nikah akan meninggalkan anaknya selesai dilahirkan
✅Sementara wanita menikah akan menjaga anaknya.

Kadang memang hal ini luput dari perhatian sebab perhatian masyarakt sosial hanya terfokus pada satu kata "siapa yang menghamili".

Lalu mengapa wanita hamil diluar nikah sangat lihai berkamuflase ?
Mengapa perutnya bisa kecil ?
Mengapa dia masih normal beraktivitas ?
Mengapa dia enak saja melahirkan tanpa merasa sakit ?

Ternyata jawabannya adalah karena wanita yang hamil di luar nikah telah dicabut nikmat kewanitaannya oleh yang Maha Kuasa.

Yang Maha Kuasa sudah menggariskan nikmat yang luar biasa kepada wanita yaitu AKAN BERSUSAH PAYAH SAAT HAMIL DAN AKAN KESAKITAN SAAT MELAHIRKAN dalam sebuah ikatan perkawinan yang sah.

Tuhan sudah mencabut RASA SAKIT dari kodrat wanita yang hamil diluar nikah dan mengantinya dengan rasa KETAKUTAN.
Rasa takut ini lah yang membuat wanita hamil di luar nikah tidak merasakan sakit lagi.
DIA TAKUT, DIA MERASA BERSALAH sehingga dia menjadi mati rasa untuk merasakan sakit.

Berbeda dengan wanita yang hamil dalam ikatan pernikahan, Dia tidak akan takut sebab proses berhubungan badan yang dia lakukan sudah sesuai dengan perintah NYA.
Wanita menikah tidak merasa takut makanya dia MERASA SAKIT.

Penjelasan mengenai wanita hamil diluar nikah yang tidak merasa sakit ini bisa kita tarik dalam praktek contoh lainnya, misalnya :
"saat Anda sedang mencuri dan ketahuan, maka Anda akan berlari sekuat tenaga. apa pun akan Anda gilas, setinggi apapun tembok akan Anda lompati.
Anda terus berlari tanpa merasa lelah dan sakit meskipun kaki Anda terkena pecahan kaca.
Kenapa Anda tidak merasa sakit padahal kaki Anda terkena pecahan kaca ?
Jawabannya karena Anda TAKUT.

---%---%---%---%---

Jadi untuk para wanita, jangan mau menderita sendiri mana kala lelaki mu pergi dan bersenang senang dengan kegemarannya berganti wanita.

Laki laki itu BUAYA yang Buas,
Tapi Buaya yang buas itu bisa berubah menjadi BIAWAK jika kamu bisa menaklukkannya.
Selama berpacaran, jangan mau ditaklukkan laki laki.
biar lah Anda takluk saat dia sudah menjadi suami mu.

Semoga bermanfaat ya...

***Lelaki miskin tapi bertanggung jawab masih lebih baik dari pada lelaki Kaya dan Tampan tapi seperti AYAM.

Lohh... kok Ayam ?
Ya.... Ayam Jantan tidak pernah setia pada satu betina

Saya Marulak Sinurat

Rabu, 21 Juni 2017

-GADIS PARHUTA BALLON-

Seorang gadis par HUTA BALLON merantau ke Jakarta.
Sebenarnya belum terlalu lama beliau merantau, mungkin baru hampir dua semester.

Suatu waktu si Gadis pulang ke Sumatra. Biasanya par huta ballon yang pulang merantau akan menganggap negeri perantauan adalah kota kekinian sedangkan kampung halaman di Sumatra adalah kampung yang Kolot,
sama seperti Gadis Parhuta Ballon dalam cerita ini.
Walaupun belum terlalu lama menghirup udara Ibu Kota TAPI sudah hilang AROMA BATAK dari desah nafas gadis parhuta ballon ini.

Gadis  setengah cantik yang sudah menjelma menjadi gadis berambut Api ini sedang ke warung hombar balok untuk membeli sesuatu.

Aduh mak betapa semakin “MENTEL MANJAH” nya si gadis saat mengetahui di warung sedang berkumpul beberapa Lajang kampung main gitar dan sebagian main catur, dan salah satu yang ada di warung itu adalah Bapak Mittop yang sedang membeli sabun LEKBOI untuk mandi sore setelah seharian mangombak balik di saba.

Maka terjadilah percakapan antara beliau dan pemilik warung….

Gadis Parhuta Ballon :    “Bang… ada ROTE kaga …?

Pemilik warung : “aha ito..?”

Gadis Parhuta Ballon : “ROTE bang…”

Lalu Bapak Mittop menyahut dari sebelah :
“bahhh so nanggo leleng dope ditadingkon ho huta on nga gabe lupa ho bahasa batak ito”

Gadis Parhuta Ballon : “apaan secccc”

Bapak Mittop : “apala sa taon dope ho tu Jakarta an nga gabe gatti ROTI gabe ROTE”

Gadis Parhuta Ballon : “iihhh sebellll…”

Bapak Mittop :  “di Jakarta do ROTE siallangon, molo dison ROTI do siallangaon Alana molo ROTE do didokkon ho mandok DATANG TAIK do ho disi.
RO = DATANG
TE = TAIK
Olo ho mangallang e’ek… ?

Gadis Parhuta Ballon : “ihh..kampungan”

Dengan sangat murka, Gadis Parhuta Ballon pergi meninggalkan Lapo dan membatalkan membeli ROTE.

Ninna par kode ima tu Bapak Mittop : “tupa molo di lojong biang ni Nai Dorantes itoan i tor mangangguk do ibana “inong… oooo…lotakkon biang i… oooo.. inong…ooooo”

-----%-----%------%-----%-----

Batak tidak gengsi,
Batak tidak bertopeng,
Batak sejati adalah ORANG YANG FLEKSIBEL.

Saya lebih senang menyandingkan kata fleksibel daripada kata Bunglon untuk suku Batak sebab Bunglon itu kamuflase sedangkan Batak tidak mengenal kamuflase.
Batak itu to the poin apa adanya
✅A bilang A, B bilang B
✅YA bilang YA, TIDAK bilang TIDAK

Fleksibel dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah “lentur, luwes, mudah dan cepat menyesuaikan diri dan beradaptasi”.

✅Batak yang keren adalah batak yang bisa mengikuti ritme hidup suku jawa saat berada dilingkungan jawa.
✅Batak yang keren adalah batak yang bisa masuk kedalam kehidupan suku Sunda saat berada dilingkungan Sunda.
✅Batak yang keren adalah batak yang cepat beradaptasi dengan suku Betawi saat berada dilingkungan Betawi

Dan SATU yang pasti adalah…..
✅BATAK YANG KEREN ADALAH BATAK YANG KEMBALI MENJADI BATAK SAAT PULANG KAMPUNG DARI PERANTAUAN

✅Merantau lah ke penjuru dunia,
✅Belajar lah banyak budaya bangsa,
✅Pahamilah banyak bahasa daerah,
✅Berbaurlah dengan segala lapisan masyarakat,
✅NAMUN SAAT KAMU PULANG KAMPUNG, JADI LAH DIRI MU SENDIRI SEBAGAI ORANG BATAK SEBAB SAAT ENGKAU MENINGGALKAN KAMPUNG HALAMAN ENGKAU JUGA MEMBAWA DARAH BATAK DALAM DIRI MU

Jika berbicara pada konteks GADIS PARHUTA BALLON pada illustrasi diatas sebenarnya tidak masalah gaya bicara dan aksen bahasa yang dia pakai mengacu kepada gaya Betawi sebab memang dia berbaur dengan masyarakat Betawi.
Namun saat dia pulang kampung seharusnya GADIS PARHUTA BALLON tersebut menjadi batak sejati yang tidak perlu beraksen dengan gaya apapun.

Baiklah dongan…Saya tutup tulisan ini dengan statement berikut :

“TIDAK ADA SEORANG PUN ORANG BATAK PERANTAU YANG LUPA BAHASA DAN LOGAT BATAK, TAPI HANYA SEDIKIT ORANG YANG INGIN PULANG KAMPUNG TETAP MENJADI BATAK”

Horas…
Saya Marulak Sinurat

Senin, 19 Juni 2017

-BELAJAR DARI ANAK KECIL-

Aku suka mengamati gerak gerik anak anak, karena anak anak itu lucu dan menggemaskan.
Secara umum semua anak anak akan mempunyai sisi hidup yang sama
-TIDAK TAU adalah satu hal yang menyebabkan seorang anak INGIN TAU
-TIDAK BISA adalah satu hal yang menyebabkan seorang anak INGIN BISA
-TIDAK MENGERTI adalah satu hal yang menyebabkan seorang anak INGIN MENGERTI
-TIDAK MERASA adalah satu hal yang menyebabkan seorang anak INGIN MERASAKAN

Dan semua itu mengarah ke satu hal yang sama yaitu “AKTIF”, hanya saja sebagian orang tua membungkam ke-aktif-an anak nya dengan mindset DIAM ADALAH ANAK BERBAKTI sehingga muncul lah anak anak balita PENDIAM yang bahkan untuk mengatakan “ikan ini pedas, aku tidak suka” saja TIDAK BISA.
Anak anak ini sudah dibungkam dengan KEMAUAN orang tuanya untuk tunduk pada apa yang dikatakan orang tua.
-JANGAN LASAK
-JANGAN RIBUT
-JANGAN PENGANG ITU
-JANGAN MAIN ITU
-JANGAN BEGITU
- dan “jangan jangan” lainnya

Anak Balita adalah anak yang tidak tau apa apa, mereka hanya bisa teriak teriak dan berkoar koar tapi tidak mengerti apa yang mereka teriakkan.
-Melihat kipas angin berputar, mereka ingin tau kenapa bisa berputar.
Banting sana banting sini akhirnya rusak.
-Melihat kain tersusun rapi, mereka berpikir kenapa harus terlipat rapi ?
Serak sana serak sini akhirnya berantakan
-Melihat ikan hidup di air, mereka bertanya kenapa bisa hidup di air ?
cekik sana cekik sini akhirnya ikan mati

Anak anak memang begitu, TIDAK MENGERTI APA APA makanya mereka RIBUT.
Anda yang sudah dewasa tidak akan pernah mempermasalahkan kipas angin sebab anda SUDAH TAU dan MENGERTI apa dan bagaimana kipas angin tersebut.

Dari anak anak ini kita bisa belajar melihat keadaan disekeliling kita….

-Misalnya ada anggota DPR yang suka koar koar mengritik sana sini.
Jokowi melangkah ke kiri di kritik,
ke kanan di kritik, duduk di kritik, berdiri di kritik, semua serba di kritik.
Setiap hari kerjanya hanya ribut dan berkoar koar.
✅oooohhh ternyata dia tidak mengerti makanya dia ribut. “DIA MASIH ANAK ANAK”, dia baru belajar tata negara sementara presidennya sudah bekerja.

-Ada lagi misalnya anggota DPR kalau sidang suka tidur, padahal kalau berkicau di sosmed dia paling ribut koar koar tapi kenapa saat sidang tidur ?
✅ooohhh ternyata dia tidak tau kalau gajinya berasal dari rakyat makanya dia berani tidur saat ada rapat. “DIA MASIH ANAK ANAK”.

-Ada lagi pemuka agama yang kerjanya koar koar seolah olah hanya dia yang benar.
✅ooohhh ternyata dia tidak mengerti tentang ajaran agama makanya dia ribut.
“DIA MASIH ANAK ANAK”, sebab orang yang pemahaman agama nya bagus dan iman nya sudah dewasa pasti diam dan tidak berkoar koar.
Pemahaman agama orang yang MASIH ANAK ANAK akan berkutat pada teriakan teriakan MENGAPA BEGINI MENGAPA BEGITU berbeda dengan orang yang pemahaman agamanya sudah dewasa akan berkata “MARI BEGINI, MARI BEGITU”.
Anak anak akan MEMPERTANYAKAN sementara yang dewasa akan MENGAJAK

-Ada lagi pesohor pesohor yang selalu teriak teriak BUNUH INI, BUNUH ITU
✅ooohhh ternyata dia tidak mengerti arti hidup. “DIA MASIH ANAK ANAK” makanya dia suka berteriak bunuh.
Dia tidak mengerti bahwa setiap denyut nafas kehidupan pada semua mahluk hidup ADA KARENA TUHAN YANG MENGHEMBUSKAN.

-Ada lagi orang orang yang spesialisasi pengerak massa, orang jenis ini juga sangat Ribut berkoar koar, dia akan berteriak sangat lantang, agresif dan berapi api
✅ooohhh ternyata dia tidak mengerti tentang kerapian dan keteraturan, makanya sangat berapi api menggerakkan massa.
“DIA MASIH ANAK ANAK”, dia tidak tau jika massa itu digerakkan untuk menanam bunga, sudah berapa ratus hektar lahan mati yang akan berubah menjadi taman bunga. 

Dalam kehidupan sehari hari, banyak hal yang bisa kita petik dari perilaku anak anak.

-Jika kamu masih suka pamer harta di Medsos berarti kamu juga MASIH ANAK ANAK, sebab jika seorang anak dibelikan orang tuanya mobil mobilan baru maka dia akan segera berlari keliling kampung hanya untuk memamerkan mobil mainan baru sambil berteriak “aku punya mobil baru… aku punya mobil baru”.
✅Semakin dewasa seseorang maka semakin pandai dia menyembunyikan harta berharganya.

-Kamu juga masih terkategori anak anak jika masih suka membidik foto tangan kamu dengan untaian cincin berlian dan cincin emas London menjuntai berkeping keping menyilaukan mata.
Kamu berfoto selfie dengan sengaja menjadikan TANGAN MANJA kamu sebagai objek, itu wajar sebab kamu masih MASIH ANAK ANAK sehingga kamu berpikir lima ruas jari tangan yang dipenuhi dengan berlian akan menaikkan harga diri kamu.
✅Padahal Orang yang yang dewasa dan punya banyak berlian di lemari hiasnya akan membiarkan sebuah foto berbicara tanpa harus mangarahkan pandangan kamera ke titik tertentu.

Lalu ada lagi satu perilaku anak yang sangat bagus dijadikan cermin  untuk orang dewasa.
Kira kira apa ya ? ada yang tau ?

✅Jawabannya adalah rasa CEMBURU ?

-Seorang anak akan suka cemburu jika punya adik baru, itu hal yang wajar sebab anak anak TIDAK TAU dan TIDAK MENGERTI APA APA.
-Seorang anak juga akan cemburu jika melihat teman nya punya mainan baru, itu hal yang wajar sebab anak anak tidak tau apa apa, mereka hanya tau teriak.
Itu sebabnya jika dihati mu masih suka cemburu melihat orang lain maka kamu itu tidak ubahnya seperti Anak Anak.

Orang lain punya Mobil ?
✅itu nasib dia, Kamu yang jalan kaki tidak perlu cemburu sebab jika kamu cemburu berarti KAMU MASIH ANAK ANAK

Orang lain sudah bahagia ?
✅Harusnya kamu bahagia jika ada teman mu yang bahagia, jika kamu masih cemburu dengan kebahagiaan teman berarti KAMU MASIH ANAK ANAK.

Asseeehhhh…
ini lah asiknya bermain dengan anak anak, banyak cermin yang keluar dari tubuh anak anak tersebut dan kita orang dewasa bisa mengambil salah satu cermin itu untuk kita pakai.

Saya Marulak Sinurat
19-06-2017

Sabtu, 10 Juni 2017

-KEHILANGAN ROH-

Ada satu kebiasaan unik yang ditemui pada penduduk asli yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan.
Penduduk asli yang tinggal di sana mempunyai sebuah kebiasaan unik dan menarik yakni meneriaki pohon.

Pertanyaannya, Untuk apa pohon itu diteriaki ?
Kebiasaan ini dilakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak.

Tujuannya supaya pohon itu segera mati.

Caranya ?
Beberapa penduduk yang kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu. Ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka bersama-sama berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka lakukan teriakan berjam-jam dalam sehari. Hal ini dilakukan terus menerus selama kurang lebih empat puluh hari.

Dan apa yang terjadi sungguh menakjubkan....
Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering, Setelah itu dahan-dahannya juga akan mulai rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan mudah ditumbangkan.

Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk asli kepulauan Solomon ini sungguh lah aneh.
Namun kita bisa belajar satu hal yang nyata dari mereka.
Mereka telah membuktikan bahwa TERIAKAN TERIAKAN yang dilakukan terhadap mahkluk hidup akan menyebabkan mahluk tersebut kehilangan rohnya.
Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati. Hal ini merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Bahwa setiap kali kita meneriaki makhluk hidup, maka berarti kita sedang mematikan rohnya.

Pernahkah Anda berteriak pada anak Anda ?
"Ayo cepat !!!"
"Dasar lelet !!!"
"Bego banget sih !!!"
"Hitungan mudah begitu aja nggak bisa dikerjakan, BODOH !!!"
"Matamu !!!!"

Pernahkan Anda berteriak balik kepada pasangan hidup Anda karena Anda merasa sakit hati ?
"Saya menyesal menikah dengan orang seperti kamu !!!"
"Kurang ajar !!!"
"Bodoh, perempuan kampungan !!!"

Jika Anda seorang guru, pernahkah Anda memaki anak didik anda ?
"Tolol !!! Soal mudah begitu saja tidak bisa. Kapan kamu mulai akan jadi pinter ?"
"Dasar anak tidak berguna !!!"

Jika Anda seorang Pemimpin massa, pernahkah Anda berteriak dengan biji mata yang hampir keluar sangkin emosinya ?
"Bodoh !!!"
"Goblok !!!"
"Pantat !!!"
"Babi !!!"

Dari kebiasaan penduduk Solomon kita belajar bahwa setiap kali kita berteriak memaki seseorang karena merasa jengkel, marah, terhina,terluka dan sebagainya,maka berarti kita sedang membunuh orang tersebut perlahan-lahan. Kita sedang mematikan roh orang tersebut.
Teriakan-teriakan yang kita keluarkan karena emosi kita, perlahan-lahan pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan kita dengan orang tersebut.

Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah untuk mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan.
jika Anda ingin orang orang disekeliling Anda berubah dan mengikuti "SELERA" Anda maka sampaikan hal tersebut dengan baik, tidak perlu pakai teriak BODOH, GOBLOK, PANTAT, BABI dll apalagi dengan BIJI MATA MELOTOT seperti mau keluar dari kelopak mata.
percaya lah, ORANG YANG MENDENGAR TERIAKAN ANDA SETIAP HARI AKAN MATI ROH NYA PERLAHAN LAHAN.

Coba kita perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari,
Teriakan hanya kita berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan ? Tujuannya supaya orang yang jauh itu mendengar. Kalau kita berteriak pada orang yang jaraknya dekat, orang tersebut akan menjadi marah dan akan membalas berteriak.

Teriakan itu membuat hubungan kita yang dekat menjadi jauh.
Tanpa sadar akhirnya kita pun mulai berusaha melukai serta mematikan roh orang hanya karena perasaan-perasaan dendam,benci atau kemarahan yang kita miliki.

Jadi mulai sekarang ingatlah selalu.
Jika kita tetap ingin roh orang lain tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah menggunakan teriakan-teriakan dan makian makian apalagi disertai dengan BIJI MATA YANG MELOTOT.

Jika Anda tetap BERTERIAK DAN MEMAKI MAKI orang lain,
hanya ada dua kemungkinan balasan yang Anda akan terima :
1. ANDA AKAN SEMAKIN DIJAUHI
2. ANDA AKAN MENDAPAT TERIAKAN BALIK SEBAGAI BALASANNYA.

Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai, tanpa harus berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita.

Damai di Hati, Damai di Bumi.

Semoga bermanfaat